Gresik, Bhirawa
Pemerintah Kabupaten Gresik bersama PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau PT SMF resmi melaksanakan serah terima program pembangunan dan perbaikan rumah layak huni bagi warga di Desa Pulopancikan, Kecamatan Gresik.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen kuat pemerintah daerah dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam memenuhi kebutuhan dasar berupa tempat tinggal yang sehat, aman, dan layak bagi masyarakat yang membutuhkan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gresik, Achmad Washil Miftahul Rachman, dalam kesempatannya menyampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya program peningkatan kualitas permukiman hasil kerja sama ini.
Menurutnya, keberadaan hunian yang layak huni merupakan pondasi awal yang sangat penting, yang diharapkan mampu mendongkrak roda perekonomian serta meningkatkan kesejahteraan hidup para penghuninya.
“Kami berharap rumah-rumah yang telah selesai direhab ini dapat dirawat dan dijaga dengan baik oleh penerima manfaat, agar senantiasa memberikan kenyamanan dan keamanan. Usia manfaat bangunan ini dirancang agar jauh lebih panjang, sehingga nantinya bisa terus dimanfaatkan hingga kepada anak cucu di masa mendatang,” ujar Washil usai menerima secara simbolis kunci rumah dari Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT SMF, Bonai Subiakto.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan dan Penelitian Daerah (Bappeda) sekaligus Ketua Panitia Pelaksana, Hadisiswoyo, menjelaskan bahwa program ini secara khusus difokuskan untuk meningkatkan akses hunian layak bagi kalangan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Konsep utama yang diusung dalam kolaborasi ini mengedepankan prinsip kerja sama, pemberdayaan, serta melibatkan peran aktif masyarakat, baik sebagai objek maupun subjek dalam pembangunan tersebut.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT SMF, Bonai Subiakto, memaparkan bahwa PT SMF merupakan BUMN yang bergerak di bidang pembiayaan perumahan dan berada di bawah pembinaan Kementerian Keuangan.
Ia menegaskan, dana yang digunakan untuk menyulap Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) menjadi hunian yang layak ini murni dialokasikan dari keuntungan perusahaan, yang kemudian dikembalikan kembali kepada masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
“Kami hadir di sini untuk memberikan dukungan penuh terhadap pembangunan permukiman warga. Tujuannya tidak lain adalah untuk mendukung program pemerintah, agar semakin banyak warga negara Indonesia yang memiliki dan menikmati hunian yang jauh lebih baik, aman, dan nyaman,” ungkap Bonai.
Lebih lanjut ia menambahkan, sebanyak 35 unit rumah milik warga di Desa Pulopancikan telah selesai diperbarui secara menyeluruh. Dalam pelaksanaannya, proses penentuan penerima hingga verifikasi data warga yang berhak mendapatkan bantuan dilakukan sepenuhnya oleh Pemerintah Kabupaten Gresik. Hal ini dilakukan untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan diterima oleh keluarga yang benar-benar membutuhkan.
Kepala Desa Pulopancikan, Achmad Afandi, mengaku sangat berterima kasih atas perhatian dan bantuan yang telah diberikan kepada warga desanya. Dijelaskannya, ke-35 rumah tersebut sebelumnya masuk kategori tidak layak huni, namun berkat program ini beban hidup warga menjadi jauh lebih ringan.
“Setelah pembangunan selesai, kami berharap ini bisa memotivasi masyarakat untuk semakin meningkatkan taraf ekonomi. Proses pengerjaannya pun menyeluruh, mulai dari pengurukan tanah hingga renovasi bangunan. Kini warga bisa tidur lebih nyenyak dan tenang di rumah sendiri,” ujarnya penuh rasa syukur.
Salah satu warga penerima bantuan yang bertempat tinggal di Jalan KH Zubair 33/09 RT 001 RW 005, Desa Pulopancikan, Titik Hartiningsih, juga mengungkapkan rasa terima kasihnya yang mendalam kepada Pemerintah Kabupaten Gresik, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), serta PT SMF. Ia menceritakan kondisi rumahnya yang dulu sangat memprihatinkan.
“Dulu kalau hujan turun, rumah saya sering kebanjiran, bocor di mana-mana, dan kondisinya tidak layak ditempati. Bahkan untuk kegiatan berjualan saja saya tidak bisa melakukannya di rumah karena kondisinya itu. Sekarang setelah direhab total, rasanya sangat bersyukur dan lega sekali,” ungkap Titik dengan gembira. [kim.kt]


