29.6 C
Sidoarjo
Wednesday, May 20, 2026
spot_img

Peringati Harkitnas Ke-118, Begini Pesan Bupati Pamekasan

Pemkab Pamekasan, Bhirawa
Bupati Pamekasan, K.H. Kholilurahman menyampaikan beberapa pesan pada upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 di halaman Kantor Pemerintah Kabupaten Pamekasan, Rabu (20/5/2026).

Upacara Harkitnas 2026 dengan tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, hadir Wabup Pamekasan, H. Sukriyanto dan Sekdakab Pamekasan, Taufikurrahman.

Dihadapan kepala OPD dan perwakilan ASN di lingkungan Pemkab Pamekasan Bupati Kholilurrohman, berpesan pada momentum peringatan Harkitnas ke 118 budayakan rasa malu bila tidak bekerja maksimal. Malu tidak masuk kerja dan terlambat masuk untuk bekerja.

“Hari Kebangkitan ini, dimaknai mari bangkit bersama-sama dalam menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan terutama meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sesuai tugas dan fungsinya masing-masing,” ucapnya.

Ajak Menjaga Tunas Bangsa
Bupati Pamekasan saat membacakan Menteri Komunikasi dan Digital RI, Mautia Viada Hafid, bahwa tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, bukan sekadar seruan simbolik, melainkan penegasan arah perjuangan bangsa di era modern.

Kedaulatan negara saat ini tidak hanya diukur dari kekuatan wilayah tetapi juga dari kemampuan melindungi generasi muda sebagai “tunas bangsa” dari berbagai ancaman, terutama di ruang digital yang semakin terbuka.

“Menjaga tunas bangsa berarti menjaga masa depan kedaulatan negara itu sendiri. Karena dari merekalah arah Indonesia ke depan ditentukan,” katanya.

Dulu, tantangan kebangsaan fokus pada mempertahankan kemerdekaan secara fisik. Sekarang bangsa Indonesia menghadapi tantangan baru berupa arus informasi, pengaruh digital global, serta potensi degradasi moral dan identitas generasi muda.

Berita Terkait :  DPRD Kota Kediri Gelar Raker dengan Saroja, Soroti Pengawasan Proyek Strategis

Untuk ini, kata Bupati, pemerintah daerah mendukung langkah nasional yang memperkuat perlindungan anak dan remaja di ruang digital, termasuk pengaturan akses media sosial bagi usia dini serta penguatan literasi digital di lingkungan pendidikan.

“Kita juga harus paham perlindungan terhadap tunas bangsa tidak hanya menjadi tugas pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga, lembaga pendidikan, hingga lingkungan sosial,” himbaunya.

Kepada seluruh aparatur pemerintah dan masyarakat Pamekasan untuk memperkuat komitmen menjaga generasi muda dari berbagai bentuk ancaman, baik sosial, ekonomi, maupun digital, sebagai bagian dari upaya menjaga kedaulatan negara secara menyeluruh. [din.hel]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!