31.7 C
Sidoarjo
Thursday, May 21, 2026
spot_img

Emil Dardak: Jatim Siap Jadi Gerbang Baru Nusantara, KUB Bank Jatim Didorong Jadi Role Model Perbankan Nasional

Jakarta, Bhirawa

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak memaparkan potensi ekonomi Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara dan mendorong Kelompok Usaha Bersama (KUB) Bank Jatim untuk menjadi role model dalam memperkuat sektor perbankan nasional. Paparan itu disampaikan Emil pada Rapat Kerja Tahunan KUB Bank Jatim yang berlangsung di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Selasa (20/5).

Emil menekankan posisi strategis Jawa Timur sebagai pusat gravitasi ekonomi yang menghubungkan wilayah barat dan timur Indonesia. “Jawa Timur menjadi penyumbang perekonomian terbesar kedua di Pulau Jawa sekaligus nasional. Ini menjadi modal penting untuk memperkuat posisi Jatim sebagai Gerbang Baru Nusantara,” ujarnya.

Data dari BPS menunjukkan pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada Triwulan I 2026 mencapai 5,96 persen (year-on-year), melampaui angka pertumbuhan nasional sebesar 5,61 persen. Kontribusi ekonomi provinsi ini tercatat sebesar 25,16 persen terhadap perekonomian Pulau Jawa dan 14,40 persen terhadap perekonomian nasional.

Struktur ekonomi Jatim kuat, ditopang sektor industri pengolahan, perdagangan, dan pertanian yang menyerap jutaan tenaga kerja. Dari sisi logistik, provinsi ini memiliki keunggulan signifikan: Pelabuhan Tanjung Perak melayani 24 dari 41 rute tol laut nasional, sehingga hampir 80 persen kebutuhan logistik untuk 19 provinsi di Indonesia Timur bersumber dari Jawa Timur.

“Posisi ini menjadikan Jawa Timur sebagai hub logistik nasional yang menghubungkan kawasan barat dan timur Indonesia,” tambah Emil.

Berita Terkait :  Sikapi Temuan Paparan Ideologi Kekerasan pada Anak di Jatim, Kadindik Siapkan Langkah Strategis Antisipatif

Infrastruktur yang mendukung juga meliputi 12 ruas tol, 37 pelabuhan, 7 bandara, 13 kawasan industri, dua Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), serta satu kawasan industri halal, semua menjadi modal bagi akselerasi ekonomi daerah.

Emil juga menggarisbawahi pentingnya penguatan KUB sebagai strategi transformasi bersama bagi Bank Pembangunan Daerah (BPD) agar tetap kompetitif di tengah dinamika industri perbankan global. Ia berharap KUB Bank Jatim menjadi role model nasional dalam menghadirkan kolaborasi yang sehat dan produktif antara anggota KUB.

“Saya yakin KUB Bank Jatim dapat menjadi role model nasional, menghadirkan kolaborasi yang sehat dan produktif, memperkuat konektivitas ekonomi Indonesia Timur, serta memberikan multiplier effect bagi pembangunan daerah,” ujarnya.

Menurut Emil, KUB harus dilihat bukan sekadar pemenuhan regulasi, melainkan sebagai strategi transformasi untuk memperkuat daya saing dan akselerasi ekonomi daerah. Ia menyebut KUB sebagai bentuk kebersamaan antar gubernur yang mendukung program nasional perbankan dengan semangat kolaborasi untuk mewujudkan BPD yang sehat dari sisi tata kelola sekaligus menggerakkan daya saing antar daerah.

“Rapat Kerja Bersama ini momentum penting yang menghadirkan OJK, BPD maupun masing-masing Pemprov yang menjadi bagian KUB untuk membangun kolaborasi dan sinergi menggerakkan daya saing daerah secara bersama-sama,” jelasnya.

Emil memberi apresiasi atas kinerja Bank Jatim sepanjang 2025 yang dinilai solid dan resilien. Ia menilai bahwa KUB harus melampaui pembentukan struktur formal dan menghasilkan strategi nyata yang menciptakan shared growth, penguatan kapasitas, dan value creation bersama.

Berita Terkait :  Tragedi KMP Tunu Pratama Jaya, Fraksi PDIP DPRD Jatim: Peringatan Keras Layanan Armada Angkutan Penyeberangan

“KUB bisa menjadi jawaban penguatan perbankan dan menjawab tantangan hari ini untuk menguatkan Strategic Aliance,” jelasnya.

Dari sisi kinerja, pertumbuhan aset, kredit, dana pihak ketiga, dan laba menunjukkan landasan kuat untuk akselerasi bisnis ke depan. Dalam transformasi digital, Bank Jatim melaporkan capaian signifikan: lebih dari 993 ribu pengguna aplikasi JConnect, nilai transaksi digital mencapai Rp65,77 triliun, serta peningkatan transaksi QRIS sebesar 60,76 persen year on year.

Emil juga mengingatkan bahwa industri perbankan menghadapi tantangan kompleks, termasuk perlambatan ekonomi global, kompetisi fintech dan platform digital, disrupsi teknologi, perubahan perilaku nasabah, hingga risiko siber.

“Dalam situasi ini, BPD tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Diperlukan penguatan skala, kolaborasi, dan sinergi agar tetap relevan dan kompetitif,” tegasnya.

Deputi Komisioner Pengawas Bank Pemerintah, Syariah dan Perbankan Daerah OJK, Defri Andri, menyatakan Rapat Kerja Tahunan 2026 KUB Jatim bertujuan menjembatani berbagai kepentingan di lingkungan perbankan. Ia mencatat bahwa meski industri menghadapi ketidakpastian global dan tekanan nilai tukar, rasio keuangan BPD masih terjaga. Pada Maret 2026, Suku Bunga Tertimbang DPK gabungan giro, tabungan, dan deposito tercatat 2,87 persen, dibandingkan rata-rata nasional 2,58 persen.

Menurut Defri, filosofi konsolidasi Bank Umum dirancang untuk memperkuat struktur, ketahanan, dan daya saing industri perbankan.

Rapat menghadirkan anggota KUB seperti Bank NTB Syariah, Bank NTT, Bank Banten, Bank Sultra, dan Bank Lampung. Narasumber pada acara ini antara lain Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaedi, Direktur Manajemen Risiko Pertamina Ahmad Sidik Badrudin, serta Chief Economist Lembaga Riset Economic Intelligence Sunarsip. [aya.kt]

Berita Terkait :  Pojok Srawung Sekretariat DPRD Jatim Jadi Spot Baru Pecinta Buku, Koleksinya Melimpah

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!