Pemkab Sumenep, Bhirawa
Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang diperingati setiap 20 Mei menjadi momentum bagi seluruh elemen bangsa untuk memperkuat semangat persatuan, meningkatkan inovasi, serta memperkokoh pelayanan kepada masyarakat di tengah berbagai tantangan global yang terus berkembang.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Sumenep, Achmad Dzulkarnain mengatakan, di tengah situasi dunia yang masih diwarnai ketidakpastian geopolitik, bangsa Indonesia dituntut untuk tetap memiliki daya tahan dan kemampuan beradaptasi agar tidak tergerus dampak perubahan global. Kondisi tersebut dinilai tidak hanya memengaruhi hubungan antarnegara, tetapi juga berdampak terhadap stabilitas sosial, ekonomi, hingga politik di tingkat nasional.
“Ketidakpastian geopolitik dunia berdampak juga pada geopolitik nasional. Sebagai anak bangsa, kita harus tetap bangkit, bangkit melayani masyarakat, bangkit dalam menjaga persatuan dan kesatuan, serta bangkit meningkatkan inovasi sehingga apa pun yang terjadi kita tetap survive menjadi bangsa yang mandiri,” kata Zulkarnain, Rabu (20/5).
Ia menyatakan, Hari Kebangkitan Nasional juga harus dimaknai sebagai pengingat bagi seluruh anak bangsa untuk terus bangkit dalam menghadapi tantangan zaman, termasuk dampak ketidakpastian geopolitik dunia. Menurutnya, perubahan situasi global saat ini memberikan pengaruh terhadap dinamika nasional, sehingga diperlukan kesiapan seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga stabilitas dan memperkuat rasa kebangsaan. “Semangat kebangkitan nasional tidak cukup hanya diwujudkan dalam bentuk seremoni tahunan, melainkan harus tercermin dalam tindakan nyata di berbagai sektor kehidupan,” terangnya.
Ia menegaskan, sebagai aparatur pemerintahan dituntut untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara cepat dan tepat. Masyarakat juga diharapkan tetap menjaga semangat gotong royong, toleransi, serta persatuan di tengah perbedaan yang ada. “Kekuatan bangsa Indonesia terletak pada kemampuannya menjaga keberagaman sebagai modal sosial dalam menghadapi tantangan bersama,” tegasnya.
Zulkarnain menilai, inovasi juga menjadi salah satu kunci penting dalam menghadapi era perubahan global. Pemerintah daerah maupun masyarakat perlu terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan perubahan pola kehidupan agar mampu menciptakan peluang baru, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Semangat kebangkitan harus menjadi energi bersama untuk tetap optimistis menghadapi tantangan global. Kita tidak boleh mudah terpengaruh oleh kondisi eksternal, tetapi harus memperkuat kemampuan bangsa sendiri agar tetap berdiri tegak dan mandiri,” imbuhnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan menjaga persatuan dan kesatuan bangsa merupakan tanggung jawab bersama. Di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi digital, masyarakat diimbau lebih bijak dalam menyikapi berbagai informasi agar tidak mudah terprovokasi isu-isu yang berpotensi memecah belah persaudaraan. Peringatan Hari Kebangkitan Nasional tahun ini, juga diharapkan menjadi refleksi bersama bahwa semangat perjuangan para pendiri bangsa harus terus dihidupkan melalui kerja nyata, penguatan nasionalisme, serta komitmen bersama dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Dengan semangat kebangkitan nasional, masyarakat diharapkan tetap memiliki optimisme untuk menghadapi berbagai tantangan masa depan dan terus bergerak maju demi mewujudkan Indonesia yang tangguh, berdaulat, dan mandiri,” tukasnya. [sul.hel]


