29.6 C
Sidoarjo
Wednesday, May 20, 2026
spot_img

Mas Nawawi Ajak Pelajar SMKN 1 Tolak Narkoba


Pasuruan, Bhirawa
Tantangan menjaga generasi muda dari jeratan narkotika di era digital kian kompleks. Arus informasi yang tak terbendung lewat media sosial (medsos) bagai pisau bermata dua. Jika tidak disaring dengan bijak, dampaknya bisa fatal.

Fenomena tersebut menjadi perhatian serius Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan. Melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), Pemkot menggelar Sosialisasi Bahaya Penyalahgunaan Narkotika di SMK Negeri 1 Kota Pasuruan, Rabu (20/5).

Hadir langsung dalam agenda tersebut Wakil Wali Kota Pasuruan, M Nawawi. Pria yang akrab disapa Mas Nawawi itu mengapresiasi tinggi langkah preventif tersebut. Baginya, membentengi pelajar dari barang haram adalah investasi ideologi yang mutlak dilakukan.

“Ini merupakan ikhtiar kami dalam bidang ideologi untuk menjawab tantangan dan isu sosial yang ada di Kota Pasuruan,” ujar Mas Nawawi di hadapan para siswa.

Di hadapan ratusan pelajar, orang nomor dua di Kota Pasuruan itu mengingatkan era digitalisasi mengubah skema pendidikan secara drastis. Informasi begitu mudah digenggam. Namun, kemudahan ini menuntut kebijaksanaan tinggi dari para penggunanya.

Mas Nawawi mewanti-wanti agar para siswa tidak menelan mentah-mentah apa yang berseliweran di jagat maya.

“Saat ini tinggal bagaimana cara kita menyikapi informasi yang didapat. Jangan sampai apa yang ada di medsos justru ditiru tanpa disaring terlebih dahulu,” imbuhnya.

Lebih lanjut, penyalahgunaan narkotika kini tidak mengenal kasta dan usia. Bukan hanya menyasar pelajar, barang haram tersebut juga mengintai seluruh lapisan masyarakat, termasuk ibu rumah tangga.

Berita Terkait :  Hari Santri Nasional, Gernas Ayo Mondok Serukan 7 Risalah Penting untuk Jaga Marwah Pesantren!

Karena itu, Mas Nawawi menekankan bahwa perang melawan narkoba tidak bisa bertumpu pada pundak pemerintah saja. Perlu ada skema kolaborasi yang solid, termasuk pelibatan aktif orang tua dan lingkungan sekitar.

“Pencegahan narkotika kata kuncinya dari orang tua dan kita semua. Kadang kita mendengar semua harus diurus pemerintah, padahal orang tua punya peran yang sangat penting,” jelasnya.

Sebagai benteng terakhir, Mas Nawawi menekankan pentingnya keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan spiritual. Menurutnya, kepintaran akademis tidak akan cukup tanpa fondasi agama yang kokoh.

“Kecerdasan intelektual tidak mampu menjamin semuanya. Manusia harus seimbang. Kalau kita kuat dalam pengetahuan agama, insyaallah penanganan narkotika bisa lebih baik,” katanya.

Di akhir sambutannya, dia membakar semangat para siswa SMKN 1 Kota Pasuruan untuk terus meningkatkan kualitas diri demi menyongsong masa depan, tanpa menyentuh narkoba.

“Dan jangan sampai mengenal narkotika, karena fakta di lapangan barang itu memang ada,” imbuh Mas Nawawi. [hil.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!