29.6 C
Sidoarjo
Wednesday, May 20, 2026
spot_img

Tekan Food Loss dan Food Waste, DKP Kab Probolinggo dan DPKP Jatim Edukasi Masyarakat


Kab Probolinggo, Bhirawa
Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Probolinggo bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Jawa Timur menggencarkan upaya pencegahan food loss dan food waste melalui sosialisasi kepada masyarakat dan pemangku kepentingan di daerah.

Langkah tersebut dilakukan untuk menekan pemborosan pangan sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Kegiatan yang melibatkan berbagai unsur pemerintah daerah, kelompok tani, pelaku usaha pangan hingga masyarakat itu menitikberatkan pada edukasi pengelolaan pangan secara bijak mulai dari proses produksi, distribusi hingga konsumsi rumah tangga.

Kepala DKP Kabupaten Probolinggo menegaskan, persoalan kehilangan dan pemborosan pangan masih menjadi tantangan serius karena berdampak terhadap ketersediaan pangan dan lingkungan.

“Pangan yang terbuang sebenarnya masih memiliki nilai manfaat. Karena itu masyarakat harus mulai membangun kebiasaan mengelola makanan secara tepat agar tidak terjadi pemborosan,” ujarnya.

Menurutnya, food loss umumnya terjadi saat proses panen, penyimpanan maupun distribusi. Sedangkan food waste lebih banyak terjadi di tingkat konsumsi rumah tangga maupun pelaku usaha makanan.

Ia mengatakan, edukasi tersebut penting dilakukan karena pengurangan limbah pangan dapat mendukung ketahanan pangan sekaligus membantu menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.

“Kalau pangan bisa dimanfaatkan secara optimal, maka kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan lebih efisien. Ini juga menjadi bagian dari upaya penguatan ketahanan pangan daerah,” katanya.

Sementara itu, perwakilan DPKP Provinsi Jawa Timur menyebut pengendalian limbah pangan harus dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan. Kesadaran masyarakat dinilai menjadi kunci utama keberhasilan gerakan tersebut.

Berita Terkait :  Babak Baru Ekosistem Pasar Uang dan Valas, BI Berikan Izin Usaha ke ICDX dan ICH

“Kami ingin membangun budaya menghargai pangan. Jangan sampai makanan yang masih layak justru berakhir menjadi sampah,” tuturnya.

Selain sosialisasi, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pola penyimpanan bahan pangan, pengolahan sisa makanan yang masih layak konsumsi, hingga pemanfaatan limbah organik menjadi produk bernilai guna.

Pemkab Probolinggo berharap gerakan pengurangan food loss dan food waste dapat diterapkan hingga tingkat keluarga sehingga tercipta pola konsumsi masyarakat yang lebih bijak dan berkelanjutan. [irf.gat]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!