Kota Mojokerto, Bhirawa
Antisipasi kelompok Anarko menyusup kedalam organsasi dan menjaga Kota Mojokerto sebagai Kota Harmoni yang hakiki. Pemkot Mojokerto menggelar Forum Diskusi Ormas. digelar di Rumah Rakyat, Rabu (29/5).
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, dalam sambutannya meminta seluruh Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) di Kota Mojokerto untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman penyusupan kelompok anarko. Wali kota juga mengingatkan kembali insiden pembakaran Gedung Negara Grahadi di Surabaya pada Bulan Agustus tahun 2025 lalu sebagai bukti nyata pergerakan kelompok ini di Jawa Timur.
”Itu bagian dari kelompok anarko yang menyusup. Padahal sore harinya Kapolda dan Gubernur sudah menemui para pendemo secara langsung. Tapi kecolongan beberapa jam setelah itu terjadi kebakaran. Ini adalah kelompok yang memecah belah persatuan,” kata Ning Ita.
Ning Ita juga mengungkapkan, kini Badan Intelijen Negara (BIN) sedang bergerak aktif memburu kelompok anarko. Karakteristik kelompok ini kerap menyusup ke dalam organisasi-organisasi resmi untuk merusak agenda murni dari organisasi tersebut.
”Teman-teman BIN sekarang sedang berburu kelompok anarko itu karena mereka rata-rata menyusup ke dalam organisasi resmi. Seolah-olah itu agenda Ormas, padahal organisasinya tidak demikian. Tolong Bapak-Ibu jaga Ormasnya masing-masing jangan sampai disusupi, karena mereka tidak kelihatan,” tegasnya.
Ning Ita menegaskan, menyampaikan pendapat dan kritik adalah hak warga negara yang dilindungi undang-undang. Namun, tindakan tersebut harus dilakukan dengan cara-cara yang legal, bukan dengan anarkisme, perusakan fasilitas umum, atau penjarahan aset.
”Jangan sampai Kota Mojokerto yang terkenal sebagai Kota Harmoni oleh Kementerian Agama, dan baru sebulan lalu menerima apresiasi sebagai Kota Toleran 2026, tercederai oleh masuknya kelompok-kelompok anarko secara halus ke Ormas panjenengan semuanya,” pesannya sekaligus menutup pengarahan siang ini. [min.fen]


