29.6 C
Sidoarjo
Wednesday, May 20, 2026
spot_img

FMIPA Universitas Brawijaya Resmi Berganti Nama Jadi FSTeM


Kota Malang, Bhirawa
Menjawab tantangan zaman yang digerakkan oleh percepatan teknologi digital dan komputasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Brawijaya (UB) resmi melakukan transformasi besar. Fakultas ini mengubah namanya menjadi Fakultas Sains, Teknologi, dan Matematika (FSTeM), sekaligus menjadikannya sebagai fakultas berbasis STeM pertama di Indonesia.

Guru Besar UB, Prof. Dr. Sasmito Djati, mengungkapkan bahwa perubahan ini dipicu oleh evaluasi mendalam terhadap disrupsi teknologi dan pengetahuan yang terjadi secara masif dalam tiga tahun terakhir. Perubahan global tersebut dinilai telah memengaruhi kultur budaya masyarakat, sehingga dunia akademik dituntut untuk adaptif.

“Sebagai rumpun ilmu dasar yang mendasari semua ilmu pengetahuan, kami harus menyiapkan diri. Proses panjang selama tiga tahun terakhir ini menyimpulkan bahwa orientasi wadah ini harus diubah. Namun, berubah nama bukan berarti meninggalkan cita-cita lama, melainkan strategi kami untuk meneruskan dan menghadapi tantangan zaman,”ujar Sasmito Djati.

Menurutnya, selama ini paradigma MIPA sering kali dilihat seperti bangunan yang tertutup, di mana bidang biologi, fisika, kimia, dan matematika berjalan sendiri-sendiri secara rigid. Padahal, saat memasuki era dunia komputasi dan teknologi digital saat ini, sekat-sekat antarilmu tersebut menjadi tanpa batas.

“Oleh karena itu, kami membentuk tim khusus untuk menjawab tantangan zaman ini. Wadah baru FSTeM dibentuk tanpa meninggalkan identitas dasar. Harapannya, kami tetap kokoh pada ilmu dasar matematika, biologi, kimia, dan fisika, namun arahnya kini melangkah menuju masyarakat yang knowledge driven context-masyarakat berbasis ilmu pengetahuan yang kontekstual dan terbuka,” imbuhnya.

Berita Terkait :  Pemerintah Putuskan Pemberian MBG Hanya Selama Hari Sekolah

Sementara itu, Dekan FSTeM UB, Prof.Dr. Sukir Maryanto menegaskan bahwa momentum perubahan nama ini justru menandai bahwa kapasitas MIPA kini menjadi semakin besar dan inklusif untuk mewadahi program studi (prodi) baru yang terus berkembang.

Saat ini, fakultas telah menaungi bidang-bidang mutakhir seperti Bioinformatika, Sains Data, hingga Aktuaria. Dengan paradigma STeM, ruang gerak pengembangan keilmuan dan kontribusi nyata kepada masyarakat dinilai akan semakin luas.

“Semangat kami adalah menjawab berbagai permasalahan riil di masyarakat. Perlu diingat, secanggih apa pun teknologi terbaru berkembang, tanpa adanya kekuatan ilmu dasar (basic science) tidak akan pernah bisa berjalan. Fakultas ini kami targetkan menjadi pusat gravitasi perkembangan sains, teknologi, dan matematika di Indonesia,” tegas Prof. Sukir optimis.

Aspek pionir wadah STeM di tanah air ini dibuktikan dengan kesiapan FSTeM UB yang kini mengelola total 19 program studi, terdiri dari 10 program S1, 5 program S2, dan 4 program S3. Ke depan, peluang ekspansi akademik masih terbuka lebar. Pihak fakultas mengonfirmasi tengah bersiap untuk membuka prodi-prodi baru yang strategis, di antaranya bidang Teknologi Material hingga Geosains. [mut,kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!