Pemkot Pasuruan, Bhirawa. – Pemkot Pasuruan, terus menyiapkan langkah strategis jangka panjang untuk memperluas penyerapan tenaga kerja dan menekan angka pengangguran.
Salah satu fokus utamanya adalah pengembangan Kawasan Peruntukan Industri (KPI) seluas 600 hektare di wilayah Blandongan guna menarik investasi baru dan membuka ribuan peluang kerja bagi masyarakat setempat.
Rencana penguatan struktur ekonomi daerah tersebut ditegaskan Wali Kota Pasuruan, H Adi Wibowo saat membuka ajang bursa kerja Job Fair Kota Pasuruan Tahun 2026 di Gedung Harmoni, Kota Pasuruan, Rabu (21/10).
Kegiatan bertema ‘Find Your Opportunity, Build Your Future’ itumenjadi salah satu simpul penting dalam menghubungkan para pencari kerja dengan dunia industri.
Ajang bursa kerja tersebut diikuti 30 perusahaan yang menyediakan 160 formasi lowongan pekerjaan dengan total target penyerapan mencapai sekitar 1.500 tenaga kerja. Antusiasme masyarakat terpantau cukup tinggi, di mana sebanyak 2.400 pencari kerja telah mendaftarkan diri secara daring.
Mas Adi, sapaan akrabnya menyampaikan pengembangan Kawasan Peruntukan Industri Blandongan yang telah dituang dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Pasuruan menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
Pengembangan kawasan industri skala besar ini diharapkan mampu menggaet investasi manufaktur dan industri penunjang yang berpotensi menyerap ribuan tenaga kerja lokal secara berkelanjutan.
“Data ketenagakerjaan yang kita miliki bukan hanya sekadar angka, melainkan menunjukkan realitas di tengah masyarakat. Ketika tingkat pengangguran terbuka kita masih memerlukan perhatian serius dibandingkan rata-rata provinsi, maka aksi-aksi yang kita lakukan harus nyata dan terukur,” ujar Mas Adi.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kota Pasuruan pada 2025 tercatat sebesar 4,59 persen.
Angka itu memperlihatkan tren penurunan yang konsisten dibandingkan tahun 2023 yang mencapai 5,64 persen dan tahun 2024 yang sebesar 4,63 persen.
Meski angka pengangguran terus melandai, Pemkot Pasuruan menilai intervensi dari sektor pemerintah saja tidak cukup. Peran sektor swasta dan investasi menjadi kunci utama pembentukan lapangan kerja baru dalam skala masif.
“Makanya, kita berkomitmen untuk memberikan kepastian hukum, tata ruang serta kemudahan berinvestasi,” kata Mas Adi.
Selain mendorong masuknya industri manufaktur di kawasan 600 hektare Blandongan, Pemkot Pasuruan juga memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Sektor UMKM dinilai memiliki elastisitas tinggi dalam menyerap tenaga kerja lokal, termasuk memberi porsi signifikan bagi pekerja perempuan. Perangkat daerah terkait diinstruksikan untuk terus mendampingi UMKM agar mampu naik kelas dan memperluas skala bisnisnya.
Sementara itu, daya serap industri yang besar, kata Mas Adi, harus diimbangi dengan penyiapan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Pendidikan dan pelatihan vokasi perlu terus diselaraskan (link and match) dengan kebutuhan lapangan kerja agar lulusan sekolah menengah maupun perguruan tinggi memiliki daya saing tinggi.
Peningkatan kapasitas pencari kerja tidak hanya berfokus pada keahlian teknis (hard skill), tetapi juga pembentukan karakter (soft skill) seperti kedisiplinan, integritas, kepercayaan diri, serta kemampuan berkomunikasi.
“Harapannya, bursa kerja ini bukan sekadar pameran, melainkan benar-benar mampu menjembatani penyerapan tenaga kerja secara optimal sesuai kualifikasi perusahaan dan harapan para pencari kerja,” tegas Adi. [hil.gat]




