Pemprov, Bhirawa
Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur (Disnak Jatim) menjamin pasokan hewan kurban untuk Hari Raya Idul adha 1447 Hijriah/2026 berada dalam kondisi aman dan mengalami surplus besar. Kelimpahan stok ini mendorong berbagai provinsi lain di Indonesia untuk mendatangkan hewan kurban dari Jawa Timur.
Data Dinas Peternakan (Disnak) kabupaten/kota se-Jawa Timur mencatat total ketersediaan ternak kurban tahun 2026 mencapai 2.056.978 ekor. Jumlah tersebut mencakup 629.119 ekor sapi, 940.693 ekor kambing, 484.468 ekor domba, dan 1.698 ekor kerbau
Sebaliknya, proyeksi kebutuhan hewan kurban di Jawa Timur tahun 2026 hanya sebesar 427.060 ekor. Rinciannya meliputi 70.550 ekor sapi, 297.900 ekor kambing, 58.600 ekor domba, dan 10 ekor kerbau.
Kondisi tersebut menghasilkan surplus yang signifikan bagi Jawa Timur, dengan rincian untuk sapi surplus 558.569 ekor, kambing surplus 642.793 ekor, domba surplus 425.868 ekor dan kerbau surplus 1.688 ekor.
“Besarnya surplus tersebut menunjukkan Jawa Timur masih menjadi salah satu lumbung ternak nasional yang mampu memenuhi kebutuhan daerah sendiri sekaligus memasok hewan kurban ke berbagai provinsi lain di Indonesia,” ujar Kepala Disnak Jatim, Indyah Aryani, didampingi Kabid Keswan, Iswahyudi, pada Rabu (13/5/2026).
Tingginya angka surplus ini menarik minat provinsi lain untuk menutup kekurangan pasokan di daerah mereka. Menjelang Iduladha 2026, peternak Jatim mengirimkan sapi dalam jumlah besar ke wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) hingga Kalimantan.
“Hewan ternak kita memenuhi kebutuhan masyarakat di Kalimantan Barat, Timur, dan Utara. Kami mengirimkannya dari Sumenep lewat jalur laut karena jaraknya lebih dekat,” kata Indyah.
“Kami juga mengirimkan ternak ke Jabodetabek melalui jalur darat. Jadi, kami tidak hanya memasok kebutuhan Jatim, tetapi juga provinsi lain,” imbuhnya.
Disnak Jatim juga mencatat kenaikan proyeksi kebutuhan ternak kurban di Jawa Timur saja sebesar 39.724 ekor dibandingkan realisasi pemotongan tahun 2025 yang mencapai 387.336 ekor.
“Namun, semua ini tetap bergantung pada kemampuan daya beli masyarakat terhadap hewan kurban,” tambah Indyah.
Untuk pelaksanaan Idul Adha di Jawa Timur, Disnak Jatim juga memperketat pengawasan kesehatan hewan melalui pemeriksaan Ante Mortem dan Post Mortem (AMPM).
Langkah ini memastikan seluruh hewan ternak dalam kondisi sehat dan bebas penyakit sebelum masuk ke pasar atau dikirim ke luar daerah. Melalui pengawasan ketat ini, Disnak Jatim menjamin masyarakat mendapatkan daging kurban yang aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH). [rac.kt]


