Pemkot Mojokerto, Bhirawa. – Pemerintah Kota Mojokerto menggelar Tasyakuran Hari Tani Nasional ke-66 sekaligus Sosialisasi Petunjuk Teknis (Juknis) Pupuk Bersubsidi, Selasa (6/10). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan petani dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di Kota Mojokerto.
Bertempat di Gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT), kegiatan berlangsung dalam suasana kekeluargaan. Wali Kota Mojokerto, Wakil Wali Kota, jajaran Forkopimda, Kepala Bulog, perwakilan PTPN, serta kelompok tani tampak membaur dalam suasana santai dan penuh keakraban. Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menyampaikan apresiasi kepada para petani yang selama ini menjadi bagian penting dalam menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat.
Menurutnya, berbagai bahan pangan yang dikonsumsi masyarakat setiap hari tidak terlepas dari kerja keras para petani. “Saya mengucapkan terima kasih. Kita semua yang ada di sini bisa setiap hari menikmati hasil panen panjenengan tanpa kekurangan. Ada beras, jagung, kedelai, itu semua adalah jasa para petani,” tutur Ning Ita.
Ia menegaskan bahwa ketahanan pangan tidak dapat diwujudkan oleh pemerintah sendiri. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah, Forkopimda, petani, serta seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap tersedia, terjangkau, dan dapat didistribusikan dengan baik.
“Tugas kami memastikan apakah pangan yang dibutuhkan oleh masyarakat Kota Mojokerto tersedia dengan cukup jumlahnya, harganya mampu dibeli, dan bisa terdistribusikan dengan lancar. Maka kami tentu harus berkomunikasi dan berdialog dengan panjenengan,” lanjutnya.
Menurut Ning Ita, dialog bersama para petani penting dilakukan untuk mengetahui sekaligus mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi di lapangan. Salah satunya berkaitan dengan keterbatasan lahan pertanian di tengah kebutuhan pembangunan kota.
Dalam konteks tersebut, Pemkot Mojokerto terus berupaya menjaga keseimbangan antara kebutuhan pembangunan dan keberlangsungan sektor pertanian, termasuk melalui kebijakan terkait Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) yang saat ini dilakukan relaksasi menjadi sekitar 38 hektare.
Momentum Hari Tani Nasional juga menjadi pengingat bahwa keberadaan petani memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan. Karena itu, pemerintah berkomitmen untuk terus membuka ruang komunikasi dan memperkuat dukungan bagi sektor pertanian sesuai dengan kondisi dan kebutuhan di daerah. Upaya tersebut bukan hanya untuk memastikan kebutuhan pangan masyarakat terpenuhi, tetapi juga agar kesejahteraan petani terus menjadi bagian penting dari pembangunan daerah.
Melalui sinergi dan komunikasi yang kuat antara pemerintah dan petani, Pemkot Mojokerto berharap sektor pertanian tetap mampu memberikan kontribusi dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.[oky.ca]






