28.1 C
Sidoarjo
Wednesday, October 7, 2026
spot_img

Dana Gen Z Pemkot Surabaya, Kunci Berdirinya Usaha Parfum Karya Pemuda Kedungdoro

Surabaya, Bhirawa. – Modal Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dimanfaatkan anak-anak muda membangun usaha parfum dan deodoran di Kelurahan Kedungdoro, Kecamatan Tegalsari, Surabaya.

Berawal keterbatasan modal, Raihan Syah Rafi’ bersama rekan-rekanya mengembangkan bisnis mulai menghasilkan keuntungan sekaligus membuka ruang bagi pemuda lain di lingkungannya untuk ikut belajar dan berusaha Rabu, (7/10/2026)

Ketua Karang Taruna RW 8 Raihan Syah Rafi’ menjelaskan ide usaha dari diskusi dengan teman-temannya ingin membangun bisnis, tapi terkendala modal, setelah mengetahui terdapat program bantuan Dana Gen Z dari Pemkot Surabaya, kemudian menyusun proposal dan mengajukannya, akhirnya mendapat persetujuan dengan bantuan sekitar Rp19,8 juta.

“Kami sudah punya ide untuk membuat usaha, tetapi bingung untuk modalnya, kebetulan teman-teman Karang Taruna RW 8 punya ide untuk mengembangkan usaha, akhirnya kami mengajukan proposal,” katanya.

Usaha dijalankan oleh enam anak muda yang terbagi dalam tim parfum dan deodorant, mereka membangun sistem pengelolaan sederhana dengan membagi tugas, mulai dari produksi, pemasaran hingga keuangan, memperluas pemasaran, anggota Karang Taruna dapat ikut menjual produk dengan sistem bagi hasil sebesar 10 persen dari setiap penjualan.

Lanjut Raihan mengatakan kami melakukan riset dengan mempelajari sejumlah jurnal ilmiah, menggunakan beberapa jurnal sebagai referensi untuk menentukan formulasi dan mempertimbangkan aspek keamanan produk, untuk parfum, proses pengembangan dilakukan secara bertahap hingga mereka berhasil membuat empat formulasi sendiri berdasarkan eksperimen yang dilakukan bersama.

Berita Terkait :  Jelang Lebaran, Wali Kota Mojokerto Pastikan Pasokan LPG dan BBM Aman

“Tempat produksi, kami belum memiliki tempat khusus, tetapi memanfaatkan Balai RT Kedungdoro yang disediakan gratis menjadi tempat produksi dan penjualan, kalau dana bantuan dari pemkot sendiri lebih banyak digunakan untuk membeli bahan baku, peralatan produksi, perlengkapan operasional, hingga perangkat kasir,” ucapnya.

Raihan mengukapkan sekitar dua bulan produk mulai dipasarkan, penjualan KDR Parfum dan KDR Deodoran mulai menunjukkan tren positif, omzet terkumpul mencapai sekitar Rp4 juta, keuntungan dari perputaran bahan baku sudah mulai diperoleh, meski modal untuk peralatan belum sepenuhnya kembali karena sebagian merupakan investasi jangka panjang.

“Sekarang produk masih dipasarkan secara offline lewat jaringan Karang Taruna dan lingkungan pertemanan, harga deodoran dibanderol mulai sekitar Rp13 ribu hingga Rp15 ribu, sedangkan parfum dijual harga mulai Rp55 ribu, tergantung aroma dan ukuran, serta sedang mempersiapkan strategi untuk masuk ke pasar online agar jangkauan konsumen lebih luas,” tuturnya.

Raihan berharap semakin banyak anak muda di Surabaya yang berani memanfaatkan kesempatan untuk bergerak dan menciptakan kegiatan produktif di lingkungannya masing-masing, bisnis dibangun bersama dapat menjadi ruang bagi pemuda untuk mendapatkan pengalaman sekaligus penghasilan.

“Terima kasih Bapak Wali Kota Eri Cahyadi dan Pemkot Surabaya, program ini tidak hanya mendorong anak muda untuk bergerak dan berdaya, tapi memberi kesempatan membangun usaha yang menghasilkan, bisnis kami kelola secara profesional, sehingga teman-teman yang terlibat juga bisa mendapatkan keuntungan dan berkembang bersama,” imbuhnya. (ren.hel)

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!