Pemkab Sidoarjo, Bhirawa. Upaya Pemkab Sidoarjo dalam mengoptimalkan fungsi infrastruktur jalan kembali dilanjutkan. Penertiban bangunan liar (bangli) di kawasan pinggir Frontage Road (FR) yang berlangsung pada Selasa (6/10) kemarin, berjalan dengan lancar, aman, tertib, dan kondusif berkat sinergi antara Satpol PP, TNI, dan Polri.
Kepala Satpol PP Sidoarjo, Yani Setyawan, yang memimpin langsung penertiban tersebut mengungkapkan bahwa dari total 20 bangunan liar yang tercatat di sepanjang jalur tersebut, sebagian besar pemilik telah memiliki kesadaran untuk membongkar bangunannya secara mandiri setelah diberikan surat peringatan (SP) 1 dan 2.
“Saat penertiban hari ini, tersisa 8 bangunan liar saja. Semuanya berjalan lancar, aman, tertib, dan tidak ada perlawanan dari para pemilik,” ujar Yani Setyawan, di sela-sela penertiban.
Ia menegaskan, langkah tegas ini diambil demi kelancaran arus lalu lintas dari Surabaya menuju Sidoarjo agar jalur penunjang tersebut menjadi lancar, tertib, dan rapi.
Pihaknya bertindak tegas namun tetap sesuai prosedur karena tahapan peringatan telah dilayangkan hingga tiga kali tanpa ada kompromi tambahan.
Selain berdiri di atas lahan yang tidak semestinya, kawasan pinggir Frontage Road tersebut kerap disalahgunakan sebagai lokasi parkir liar, yang semakin mempersempit badan jalan dan memicu kemacetan. Kendati demikian, seluruh rangkaian penertiban tetap dikedepankan dengan pendekatan yang humanis.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkab Sidoarjo, Ainun Amalia, menyampaikan bahwa penertiban ini tidak berhenti di satu titik saja.
Selepas kawasan ini, Tim Gabungan Pemkab Sidoarjo akan segera melanjutkan agenda penertiban serupa ke wilayah Kecamatan Gedangan dan Buduran.
Berdasarkan catatan pemkab, bangunan-bangunan liar yang berdiri di sepanjang jalur Frontage Road ini menempati lahan dengan status kepemilikan yang beragam. Mulai dari lahan PT Kereta Api Indonesia (KAI), lahan Tanah Kas Desa (TKD), lahan milik Pemda, hingga bangunan dengan status sewa pribadi.
Pihaknya mengimbau kepada masyarakat luas agar senantiasa menjalin kerja sama yang baik demi kelancaran bersama. Ainun juga menyampaikan apresiasi serta rasa bangganya kepada jajaran Satpol PP, TNI, dan Polri yang telah menjalankan tugas penertiban ini secara humanis dan manusiawi.
Sebagai catatan, proyek pembangunan infrastruktur Frontage Road di Sidoarjo sendiri dirancang membentang panjang, mulai dari kawasan Bundaran Aloha, Gedangan, hingga tembus ke wilayah Buduran, jalur ini guna mengurai tingkat kepadatan volume kendaraan dari arah Surabaya menuju Sidoarjo secara signifikan. [kus.dre]






