Kesetaraan Kerja di Job Fair Jatim 2026
Oleh:
Rachmad Caesar, Kota Surabaya
Gelaran Job Fair Inklusif 2026 yang dilaksanakan Pemprov Jatim melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur berlangsung di Ballroom Grand City Surabaya menjadi panggung penting bagi kesetaraan akses kerja.
Pameran kesempatan kerja yang dibuka langsung Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa itu tidak hanya diserbu ribuan pencari kerja (pencaker) umum, tetapi juga menjadi sarana mempertemukan penyandang disabilitas secara langsung dengan dunia usaha.
Direktur GADISku (Galeri Disabilitas Kinasih dan UPT), Edy Cahyono menilai pelaksanaan Job Fair Inklusif ini merupakan langkah yang baik untuk memberikan akses informasi lowongan kerja yang setara serta ruang interaksi langsung antara penyandang disabilitas dan pihak perusahaan.
Namun, dari pengamatan di lapangan, Edy mencatat bahwa dari sekitar 75 perusahaan yang berpartisipasi, baru sekitar 6 perusahaan yang secara terbuka membuka kesempatan bagi tenaga kerja disabilitas.
Hal ini menjadi catatan bersama bahwa akses kerja bagi penyandang disabilitas masih perlu terus diperluas.
Edy menegaskan, tantangan utama saat ini bukan hanya menyiapkan penyandang disabilitas agar siap bekerja melalui pelatihan, tetapi juga membangun koneksi nyata dengan dunia usaha agar keterampilan yang dimiliki dapat terserap secara optimal. Karena itu, dibutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah, lembaga pendamping, dan dunia usaha.
Melalui platform dan program GADISku, Edy berkomitmen untuk terus menjembatani kebutuhan tersebut yang dimulai dari pengembangan keterampilan (upskilling) hingga akses penempatan kerja.
Pihaknya berharap ke depan semakin banyak perusahaan yang memberikan kesempatan kepada penyandang disabilitas berdasarkan potensi, keterampilan, dan kompetensi yang dimiliki.
Selain itu, proses rekrutmen hingga lingkungan kerja diharapkan makin inklusif, sehingga kesempatan kerja yang setara tidak sekadar menjadi wacana, tetapi benar-benar dirasakan oleh penyandang disabilitas.
Di sisi lain, antusiasme tinggi juga terpancar dari ribuan pencaker umum yang memadati area pameran, mulai dari lulusan baru (fresh graduate) hingga pekerja berpengalaman (experienced).
Nana (23), alumnus Akuntansi Universitas Airlangga (Unair) lulusan 2025 yang membidik posisi di bidang Finance, mengaku memanfaatkan ajang ini untuk mencari peluang baru di industri kepelabuhanan. Meski muda, ia sudah mengantongi rekam jejak kerja di BUMN dan industri logistik di Jakarta.
“Sekarang ingin kembali fokus mencari peluang di Surabaya, khususnya ingin kembali di Terminal Peti Kemas,” ujar Nana.
Nana mengapresiasi pendaftaran online yang praktis, namun memberikan masukan agar koordinasi dengan perusahaan peserta diperkuat karena masih ada beberapa lowongan yang belum terunggah secara penuh di aplikasi.
Sementara itu, Chandra (28), alumnus D4 Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Surabaya lulusan 2021, mengaku terkesan dengan banyaknya stan perusahaan yang berpartisipasi. Chandra yang berlatar belakang kesehatan lingkungan justru tertarik menjajal peluang di sektor manufaktur sebagai Staff Warehouse (Administrasi Gudang).
“Proses pendaftaran online sangat memudahkan selagi data yang diisi benar. Harapan utama tentu bisa segera mendapat panggilan dan diterima kerja,” ungkap Chandra.
Sebagai masukan evaluasi pelaksanaan, para peserta berharap manajemen alur masuk di lokasi acara dapat ditingkatkan pada gelaran mendatang.
Chandra menyarankan agar kapasitas alur masuk per gelombang dinaikkan, misalnya dari 20 orang menjadi 30 hingga 50 orang guna mengurai penumpukan antrean akibat jeda acara pembukaan di sesi awal. [rac]




