29.3 C
Sidoarjo
Thursday, October 29, 2026
spot_img

Potret Dunia Pendidikan yang Menggelisahkan

Melalui surat ini, saya ingin membagikan kegelisahan sekaligus harapan besar mengenai potret pendidikan kita saat ini. Sebagai bagian dari masyarakat yang peduli akan masa depan bangsa, saya melihat adanya jurang pemisah yang cukup nyata antara cita-cita ideal mencerdaskan kehidupan bangsa dengan realitas yang dihadapi oleh anak-anak kita di lapangan. Kita kerap bangga dengan pencapaian angka-angka statistik kelulusan, namun sering kali abai pada substansi kualitas dan pemerataan yang sesungguhnya terjadi di berbagai daerah negeri ini.

Harapan terbesar saya adalah melihat terwujudnya pemerataan kualitas pendidikan yang berkeadilan di seluruh pelosok Indonesia. Hingga saat ini, ketimpangan fasilitas belajar dan mutu tenaga pengajar antara sekolah di kota besar dengan daerah pelosok masih menjadi masalah klasik yang belum tuntas. Anak-anak di pelosok negeri berhak mendapatkan akses teknologi internet, laboratorium memadai, dan buku bacaan berkualitas yang sama dengan mereka yang bersekolah di pusat kota. Perbaikan sarana fisik harus menjadi prioritas utama pemerintah, karena ruang kelas bocor, bangku rusak, dan akses jalan berbahaya menuju sekolah adalah penghalang nyata bagi masa depan anak bangsa.

Selain infrastruktur, kesejahteraan dan kompetensi guru perlu mendapat perhatian serius. Guru adalah pilar utama dalam transformasi pendidikan. Kita tidak bisa menuntut kualitas mengajar yang tinggi jika para guru, khususnya guru honorer di daerah terpencil, masih harus berjuang keras memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari akibat penghasilan yang tidak layak. Pemerintah perlu menyederhanakan beban administrasi yang membelenggu para pendidik, agar mereka dapat fokus pada tugas utamanya: mendidik dan menginspirasi, bukan sekadar mengisi borang formalitas. Pelatihan berkelanjutan berbasis digital juga harus didistribusikan merata agar guru mampu mendampingi generasi Z dan alfa.

Berita Terkait :  Hak Ekonomi Karya Jurnalistik di Era Kecerdasan Buatan

Kurikulum kita pun perlu terus disempurnakan agar lebih fleksibel serta berorientasi pada pembangunan karakter dan keterampilan abad ke-21. Pendidikan seharusnya tidak hanya mencetak lulusan yang mahir menghafal teori demi ujian, tetapi individu yang memiliki nalar kritis, kemampuan memecahkan masalah, kreativitas tinggi, dan empati sosial yang kuat. Nilai moral dan budi pekerti harus diintegrasikan secara nyata dalam ekosistem sekolah, bukan sekadar bahan ujian pilihan ganda.

Pendidikan adalah investasi jangka panjang bangsa. Perbaikan sektor ini tidak bisa dibebankan kepada pemerintah semata, melainkan butuh sinergi erat antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Saya berharap pembuat kebijakan bersedia mendengar suara dari bawah ini. Mari bersama membenahi pendidikan demi melahirkan generasi emas yang kompeten dan berkarakter. Terima kasih atas ruang yang diberikan.

Imam Zarkazy
Warga Peduli Pendidikan Bangsa
Bermukim di Kertajaya, Surabaya

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!