28.9 C
Sidoarjo
Saturday, August 1, 2026
spot_img

Fraksi PDIP DPRD Jatim Wanti-wanti Jalur Laut Jadi Pintu Masuk Narkoba, Minta Pengawasan Diperketat

DPRD Jatim, Bhirawa – Anggota Komisi A DPRD Jawa Timur dari Fraksi PDI Perjuangan, Andy Firasadi, menegaskan Jawa Timur tidak boleh terus dicap sebagai wilayah rawan peredaran narkotika, khususnya di wilayah Madura.

Menurutnya, sudah saatnya seluruh pemangku kepentingan bergerak bersama melakukan langkah luar biasa agar Jawa Timur terbebas dari jerat narkoba.

“Jawa Timur tidak boleh menjadi surga bagi bandar narkoba. Ini bukan hanya persoalan penegakan hukum, tetapi juga menyangkut masa depan generasi muda dan ketahanan sosial masyarakat,” tegas Andy, Sabtu (1/8/2026).

Pernyataan itu disampaikan menyusul masih tingginya peredaran narkotika di Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. Meski aparat terus membongkar jaringan hingga ke tingkat bandar, Andy menilai persoalan tersebut belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Data Polda Jawa Timur mencatat sepanjang Semester I 2026 terdapat 3.157 kasus narkotika yang berhasil diungkap dengan 4.061 tersangka, meningkat 4,54 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Menurut Andy, tingginya angka pengungkapan justru menjadi bukti bahwa jaringan narkotika masih menjadikan Jawa Timur, termasuk Madura, sebagai pasar sekaligus jalur distribusi yang strategis.

“Kalau setiap tahun ribuan kasus terus terungkap, artinya kita sedang menghadapi ancaman yang sangat serius. Penangkapan memang penting, tetapi negara tidak boleh kalah dalam upaya pencegahan,” ujarnya.

Ia menilai posisi geografis Madura yang memiliki banyak akses pelabuhan rakyat dan jalur laut menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, pengawasan terhadap pintu-pintu masuk harus diperkuat melalui sinergi antara pemerintah daerah, aparat kepolisian, BNN, TNI, hingga masyarakat.

Berita Terkait :  Empat Pejabat ESDM Tersangka Pungli, Komisi A DPRD Jatim Desak Reformasi Birokrasi Tak Berhenti di Rotasi

Politisi Dapil Lamongan-Gresik ini juga mendorong Pemprov Jatim memperbesar investasi pada program pencegahan melalui edukasi di sekolah, rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan narkoba, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Jangan biarkan generasi muda Jawa Timur kehilangan masa depan karena narkoba. Kita harus menyerang persoalan ini dari hulunya, yakni pendidikan, keluarga, dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Andy memastikan Fraksi PDI Perjuangan akan mengawal pelaksanaan Program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), termasuk mendorong peningkatan anggaran bagi edukasi, rehabilitasi, serta penguatan ekonomi masyarakat di wilayah yang tergolong rawan.

“Perang melawan narkoba tidak cukup hanya menangkap pelaku. Kita harus memastikan tidak ada lagi generasi muda yang menjadi korban, dan itu membutuhkan kerja bersama seluruh elemen bangsa,” pungkasnya. (geh)

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!