Surabaya, Bhirawa – Tim Patroli Air Jawa Timur kembali menggelar sosialisasi dan rembug lingkungan Kali Surabaya melalui program Sekolah Aliran Sungai. Kegiatan yang digelar LSM Konsorsium Lingkungan Hidup (KLH) Jatim bersama LSM Garda Lingkungan dan didukung Perum Jasa Tirta (PJT) I itu melibatkan 23 siswa SMA Negeri 18 Surabaya di halaman belakang PJT I Karah, Selasa (15/9/2026).
Kegiatan diisi pemaparan dari perwakilan Kantor Divisi Jasa Asa Wilayah Sungai (WS) Brantas Perum Jasa Tirta I yang berkantor di Karah, Surabaya, Suyanto, dan Direktur LSM KLH Jatim, Imam Rochani, serta permainan yang dipandu Koordinator LSM Garda Lingkungan, Didik Harimuko. Selanjutnya, para siswa diajak melakukan susur sungai dari halaman belakang PJT I hingga kawasan di bawah jalan tol Gunungsari Surabaya untuk melihat langsung kondisi lingkungan sungai.
Guru Biologi sekaligus Pembina Adiwiyata SMAN 18 Surabaya, Estuningsih, menyambut positif kegiatan tersebut karena memberikan edukasi lingkungan di luar kelas. Siswa yang mengikuti kegiatan diharapkan menjadi pionir di kelas masing-masing dengan meneruskan pengetahuan tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan kepada teman, keluarga, dan orang tua, terutama yang tinggal di bantaran sungai.
“Walaupun kita membuang sesuatu hanya sedikit, itu tetap bisa berdampak terhadap kehidupan ekosistem yang ada di air. Karena itu, edukasi seperti ini harus berkesinambungan,” ujarnya.

Ia berharap program tersebut dapat menjangkau seluruh sekolah di Surabaya, bahkan Jawa Timur, karena aktivitas masyarakat yang jauh dari sungai sekalipun tetap berpotensi berdampak terhadap pencemaran sungai.
Direktur LSM KLH sekaligus Sekretariat Bersama Patroli Air Jawa Timur, Imam Rochani SH, mengatakan program Sekolah Aliran Sungai akan terus dilakukan secara berkesinambungan. Tidak hanya sekolah yang mengikuti kegiatan kali ini, sekolah-sekolah lain di sekitar bantaran Kali Surabaya juga akan dilibatkan dalam sosialisasi.
“Kami harapkan kegiatan ini berkesinambungan, bukan hanya di salah satu sekolah. Nanti ada sekolah-sekolah lain yang ada di bantaran Kali Surabaya yang akan kami libatkan untuk sosialisasi,” katanya.
Menurut Imam, kegiatan tersebut memberikan wawasan tambahan kepada siswa dengan mempertemukan teori yang diperoleh di sekolah dengan kondisi sungai secara langsung di lapangan. Ia menambahkan, edukasi juga akan diperluas kepada masyarakat dan berbagai pihak agar kepedulian terhadap lingkungan semakin kuat.
“Anak-anak inilah yang nantinya akan meneruskan kami. Generasi tua akan pensiun dan mereka yang akan menggantikan. Karena itu, mereka perlu kita beri bekal dan wawasan sejak sekarang agar ikut bersama-sama menjaga lingkungan dan Kali Surabaya,” pungkasnya. [rac.kt]


