Tuban, Bhirawa – Peresmian monumen Prasasti Canggu sekaligus menjadi momentum penetapan Hari Jadi Desa (HJN) Ngadirejo Ke-668. Gelaran itu berlangsung sakral dan meriah dengan disaksikan ratusan warga, Selasa (7/7/2026).
Berlokasi di Rest Area Desa Ngadirejo, peresmian prasasti dihadiri Kepala Disnakerin Tuban didampingi Camat dan Forkopimka Rengel serta Kepala Desa setempat. Tampak pula perwakilan Disbudporapar Tuban, komunitas Teropong Sejarah, dan tim Misi Ekspedisi Bengawan Solo 2022.Warga juga memadati lokasi sejak pagi sembari menikmati sajian penampilan kesenian tradisional dan berbelanja di stand UMKM.
Prosesi peresmian prasasti berlangsung khidmat. Diawali dengan kirab pendek yang dipimpin Kepala Desa, diikuti sebagaian warga dan tamu. Sesampai dilokasi prasasti, pembacaan terjemahan prasasti dibacakan oleh perangkat desa. Kemudian, dilanjutkan pembacaan penetapan HJN oleh Kepala Desa.
Kadis Disnakerin Tuban, Rohman Ubaid mengungkapkan Pemkab Tuban memberikan komitmen Kepala Desa bersama perangkat dan warga desa dalam mempelajari sejarah desa Ngadirejo. Semangat dan antusiasme tersebut hendaknya dapa terus terwariskan kepada generasi selanjutnya.
Melalui kegiatan ini, warga desa Ngadirejo maupun luar desa semakin mengenal Ngadirejo. Baik potensi wisata, edukasi, budaya, hingga kulinernya. Harapannya, kegiatan ini dapat terselenggara dengan lebih semarak di tahun-tahun berikutnya.
“Acara yang demikian khusus dan khas ini, layak kiranya, kedepan kita kembangkan lebih greng lagi,” serunya.
Terkait sentra gerabah yang ada di Ngadirejo, Rohman Ubaid menyampaikan potensi kerajinan gerabah dapat terus dikembangkan. Pengembangan Gerabah Ngadirejo Rengel ini merupakan binaan dari Dinas Nakerin Kabupaten Tuban tahun 2025 melalui program Pelatihan Pengembangan 11 Sentra IKM melalui dana DBHCHT.
Adapun proses pembinaan melibatkan berbagai pihak, termasuk instruktur dari ISI Yogyakarta. “Pada Festival Bengawan bulan Desember 2025, Ketua Dekranasda Kabupaten Tuban secara resmi melaunching Wisata Edukasi Gerabah desa Ngadirejo,” sambungnya.
Pasca peresmian, potensi gerabah Ngadirejo semakin melonjak. Peminat produk asli Desa Ngadirejo berasal dari berbagai wilayah. Diantaranya, Tambakboyo, Bancar, Widang Plumpang, Soko, Semanding, Bojonegoro, hingga Surabaya.
Melihat hasil potensi tersebut, Pemkab Tuban akan terus mendorong pengembangan potensi desa berupa kerajinan gerabah. Selain menjadi wisata edukasi, pengembangan gerabah akan diarahkan menjadi industri.
Di kesempatan yang sama, Kepala Desa Ngadirejo, Gatot Srikuntolo menuturkan keberadaan desa Ngadirejo sudah ada sejak Kerajaan Majapahit. Prasasti Canggu 1358 menjadi acuan penetapan HJN. Sebelum ditetapkan, pihaknya telah melakukan kajian bersama rekan-rekan sejarah.
“Kami sudah berkoordinasi dengan beberapa pihak, salah satunya Teropong Sejarah Tuban, jika sejarah desa tertulis di Prasasti Trowulan 1 atau Prasasti Canggu pada 1358, atau bertepatan 7 Juli 1358, pada lempeng 5 bari ke-6 yang tertulis I-Raçi atau sekarang berubah menjadi Ngadirejo. Ini adalah momen sejarah, dan kita akan terus melestarikan sejarah dan budaya,” terangnya.
Gatot juga menyampaikan terima kasih atas dukungan dalam pengembangan potensi desa. selain kerajinan gerabah, pihak desa akan melengkapi dengan UMKM agar semakin menarik perhatian masyarakat umum.
“Di sini sudah ada edukasi kerajinan gerabah, dan pada tahun ini Insya Alloh akan kami rilis UMKM nya. Kami berharap semua warga Ngadirejo bisa berkontribusi sekaligus bisa menciptakan lapangan kerja dan memunculkan potensi-potensi yang ada di desa untuk kemajuan desa,” pungkasnya. [hud.kt]


