27.2 C
Sidoarjo
Thursday, July 30, 2026
spot_img

Diskop UKM Jatim Gelar MJC Dorong Inovasi UKM


Pemprov Jatim, Bhirawa – Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur menggelar Workshop Pengembagan dan Inovasi Produk Melalui Millenium Job Center (MJC) yang diadakan di Bakorwil V Jember, JL. Kalimantan Tegalboto NO.42, Krajan Timur, Sumbersari, Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember, Kamis, (30/72026).

Dalam sambutannya, Plt. Kepala Bidang Produksi dan Restrukturisasi Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur, Arina Nur Fauziyah, mewakili Endy Alim Abdi Nusa, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jatim mengurai berbagai permasalahan yang kerap dihadapi pelaku UMKM dalam pengembangan produk.

Masalah umum itu antara lain, keterbatasan sumber daya, terbatasnya dana, teknologi, dan tenaga kerja terlatih untuk mengembangkan desain produk yang inovatif dan berkualitas. Kurangnya keahlian desain: banyak UKM tidak memiliki tim atau individu dengan keterampilan desain khusus.

Pemahaman pasar dan tren, minimnya pemahaman tentang tren pasar dan preferensi konsumen. Perizinan dan standardisasi, proses perizinan dan kepatuhan standar membutuhkan biaya dan waktu. Diferensiasi dari kompetitor, kesulitan membedakan produk dari merek besar.

Manajemen produksi dan kualitas, tantangan mempertahankan kualitas saat memperluas kapasitas produksi. Pengemasan dan branding, kebutuhan untuk desain kemasan menarik dan identitas merek kuat. Akses pasar dan distribusi, keterbatasan saluran distribusi untuk meningkatkan visibilitas dan penjualan.

Ada beberapa strategi penguatan UKM yang dapat dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut. Arina menyarankan beberapa langkah praktis yang bisa dilakukan UKM dan pemangku kepentingan.

Berita Terkait :  Pemerintah Terbuka Terhadap Kritik, Mahasiswa Diajak Bangun Narasi Konstruktif

“Kolaborasi dengan desainer atau konsultan, mengikuti pelatihan desain, dan memanfaatkan teknologi digital untuk prototyping dan pemasaran. Menjalin kemitraan dengan pemasok dan distributor untuk memperluas pasar,” katanya.

Dukungan pemerintah dan lembaga non-profit berupa pelatihan, pendanaan, serta akses sumber daya lainnya juga dibutuhkan. “Selain itu, mengubah pola pikir menjadi entrepreneur, meningkatkan kreativitas, penguasaan teknologi, jaringan, dan kapasitas manajerial juga menjadi hal yang perlu dilakukan pelaku UKM,” katanya menambahkan.

Kegiatan workshop pengembangan kualitas dan inovasi produk melalui Millennium Job Center (MJC) yang digelar di Bakorwil V Jember diharap mampu menghasilkan tiga capaian utama: peserta memahami materi pelatihan, keterampilan dan kompetensi peserta meningkat, serta peserta dapat menerapkan materi untuk meningkatkan kualitas produk usaha mereka.

Kondisi ekonomi Jawa Timur yang kuat pada 2025 membuka peluang bagi peningkatan kesejahteraan dan tumbuhnya sektor riil. Namun keberlanjutan pertumbuhan itu bergantung pada upaya nyata memperbaiki kualitas SDM dan daya saing UMKM.

Program pelatihan seperti yang diselenggarakan melalui MJC menjadi salah satu langkah penting untuk mendorong transformasi UKM dari usaha berbasis skala dan keterampilan tradisional menuju pelaku ekonomi yang lebih inovatif dan terintegrasi dengan pasar modern.

Perlu diketahui, kinerja pembangunan Jawa Timur sepanjang tahun 2025 menunjukkan capaian menggembirakan. Menurut rilis resmi Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada awal Februari 2026, perekonomian provinsi ini tumbuh 5,33 persen secara tahunan (c-to-c). Total nilai PDRB atas dasar harga berlaku mencapai Rp3.403,17 triliun, dengan PDRB per kapita sekitar Rp80,86 juta.

Berita Terkait :  Forbisda 2024 Hasilkan Kesepakatan Bisnis Sebesar Rp733 Miliar

Pada triwulan IV-2025, ekonomi Jawa Timur tetap tumbuh kuat sebesar 5,85 persen year-on-year, meski mengalami kontraksi ringan secara quarter-to-quarter akibat faktor musiman, khususnya pada sektor pertanian pasca masa panen.

Struktur ekonomi provinsi hingga kini masih didominasi oleh industri pengolahan yang menyumbang lebih dari 31 persen, diikuti perdagangan besar dan eceran sekitar 18 persen, serta sektor pertanian sekitar 10 persen. Kondisi ini menunjukkan fondasi ekonomi yang bertumpu pada sektor produktif dan riil.

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan didorong oleh peningkatan ekspor barang dan jasa, pertumbuhan pembentukan modal tetap bruto (investasi), serta terjaganya konsumsi rumah tangga yang menyumbang lebih dari 60 persen struktur PDRB. Kondisi tersebut menandakan daya beli masyarakat relatif terjaga dan aktivitas investasi terus bergerak.

Kondisi ketenagakerjaan Jawa Timur juga menunjukkan perbaikan. Jumlah angkatan kerja pada November 2025 mencapai sekitar 24,96 juta orang, dengan tingkat partisipasi angkatan kerja sebesar 74,39 persen. Tingkat pengangguran terbuka berhasil ditekan menjadi 3,71 persen, menurun dibanding periode sebelumnya.

Sebanyak 24,03 juta orang penduduk bekerja. Sektor pertanian, perdagangan, dan industri pengolahan menjadi penyerap tenaga kerja terbesar. Selain itu, terjadi peningkatan signifikan di sektor penyediaan akomodasi dan makan minum yang mencerminkan membaiknya mobilitas masyarakat dan geliat ekonomi jasa.

Meski angka ketenagakerjaan membaik, sejumlah tantangan tetap ada. Sebagian tenaga kerja masih didominasi oleh sektor informal dan mayoritas berpendidikan SD ke bawah.

Berita Terkait :  Fasilitasi Dialog Entitas Pelabuhan Jatim, Anggota DPD RI LaNyalla Tegur Pelindo Percepat Pertumbuhan Ekonomi dan Investasi

Kondisi ini menjadi pekerjaan rumah bersama untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan, sertifikasi, dan penguatan kompetensi agar produktivitas meningkat. [aya.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!