DPRD Jatim, Bhirawa
Fraksi Partai Gerindra DPRD Jawa Timur mendorong penguatan tata kelola dan peningkatan kontribusi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Salah satu sorotan utama diarahkan kepada Bank Jatim agar mampu meningkatkan setoran dividen secara signifikan.
Anggota Panitia Khusus (Pansus) BUMD Jatim dari Fraksi Gerindra, Abdul Halim, menyampaikan bahwa rekomendasi tersebut merupakan bagian dari pendapat akhir fraksinya dalam rapat paripurna. Fokusnya tidak hanya pada perbaikan kinerja, tetapi juga optimalisasi peran BUMD sebagai penopang fiskal daerah.
“Rekomendasi kami jelas, tata kelola dan performa BUMD harus semakin baik. Termasuk bagaimana kontribusinya terhadap PAD bisa ditingkatkan,” ujar Abdul Halim, Rabu (6/5).
Ia mencontohkan capaian Bank Jateng yang mampu menyetorkan hingga 80 persen dividen ke PAD. Menurutnya, model tersebut bisa menjadi rujukan, meski diakui terdapat perbedaan skema dengan Bank Jatim yang telah melantai di bursa (IPO).
“Bank Jateng bisa sampai 80 persen ke PAD. Kita memang berbeda karena sudah IPO, tapi setidaknya Bank Jatim bisa didorong di kisaran 65 sampai 70 persen,” tegas pria yang juga Ketua Komisi D ini.
Abdul Halim memahami bahwa Bank Jatim saat ini tengah gencar melakukan investasi di sektor teknologi, yang menjadi salah satu alasan belum optimalnya setoran dividen. Namun demikian, ia menilai ruang peningkatan masih terbuka lebar.
Di sisi lain, Fraksi Gerindra juga mengapresiasi kinerja sejumlah BUMD, termasuk Bank Jatim yang dinilai tetap menunjukkan performa positif. Meski begitu, aspek kehati-hatian dalam penyaluran kredit menjadi catatan penting.
“Bank Jatim harus lebih siap dalam mengantisipasi risiko kredit bermasalah, belajar dari pengalaman sebelumnya,” ujarnya.
Selain itu, Halim menekankan pentingnya sinergi antar-BUMD, khususnya antara Bank Jatim dan Bank UMKM Jatim. Ia mengingatkan agar segmentasi pembiayaan tetap dijaga.
“Kalau ada pembiayaan untuk sektor mikro dan UMKM kecil, seharusnya itu menjadi peran Bank UMKM. Jangan semuanya diambil alih Bank Jatim,” katanya.
Tak hanya sektor perbankan, apresiasi juga diberikan kepada PT Petrogas Jatim Utama yang dinilai menunjukkan kinerja impresif. Perusahaan tersebut tercatat mampu menyumbang dividen hingga sekitar Rp40 miliar, tertinggi di luar sektor perbankan.
“Ini capaian yang patut diapresiasi dan bisa menjadi contoh bagi BUMD lainnya,” pungkasnya.
Dorongan ini menegaskan harapan DPRD agar BUMD Jawa Timur tidak hanya sehat secara bisnis, tetapi juga semakin optimal dalam menopang keuangan daerah di tengah tantangan ekonomi yang dinamis. [geh.kt]



Cara buka blokir BRImo, anda bisa hubungi Call Center BRI di WhatsApp 0813-6034-420. atau call 1400017. alternatif lain nya bisa reset password di halaman login aplikasi BRImo, atau datang langsung ke kantor cabang terdekat
Cara buka blokir BRImo, anda bisa hubungi Call Center BRI di WhatsApp 0813-6034-420. atau call 1400017. alternatif lain nya bisa reset password di halaman login aplikasi BRImo, atau datang langsung ke kantor cabang terdekat..