28.6 C
Sidoarjo
Monday, October 12, 2026
spot_img

Bupati Rusdi Sutejo Dorong PWI Pasuruan Jadi Motor Penggerak Literasi di Era Digital

Pemkab Pasuruan, Bhirawa. – Laju pesat teknologi digital dan derasnya arus informasi liar menjadi tantangan serius bagi insan pers daerah. Menjawab dinamika tersebut, Bupati Pasuruan, HM Rusdi Sutejo mendorong Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pasuruan mengambil peran di garda terdepan sebagai motor penggerak literasi media bagi masyarakat.

Pesan tajam itu disampaikan Rusdi saat menghadiri prosesi pelantikan pengurus PWI Pasuruan periode 2026-2029 di Auditorium Mpu Sindok, Kompleks Kantor Bupati Pasuruan, Raci, Sabtu (10/10) sore.

Prosesi pelantikan berlangsung semarak dan penuh kehangatan. Tak hanya dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten dan Kota Pasuruan, acara tersebut juga menyedot perhatian lintas elemen masyarakat.

Tampak hadir jajaran akademisi, pegiat lembaga swadaya masyarakat (NGO), pelaku usaha, pengelola perhotelan, hingga kalangan mahasiswa.

Di hadapan para tamu undangan, Bupati Rusdi Sutejo mengapresiasi keberadaan PWI Pasuruan sebagai wadah jurnalis yang harus mampu membawa dampak nyata.

“Di tengah perkembangan era digital yang kian dinamis, tantangan insan pers makin kompleks. Harapannya, PWI Pasuruan Raya bisa semakin baik, makin maju, dan berjaya dalam menjalankan perannya. Tak hanya menyajikan berita, tetapi juga menjadi benteng penyaring hoaks dan edukator literasi bagi publik,” ujar Mas Rusdi sapaan akrabnya.

Senada dengan Bupati, Ketua PWI Pasuruan terpilih, M Hidayat, menegaskan komitmennya untuk membawa PWI melangkah lebih adaptif.

Berita Terkait :  Perhutani Bondowoso Dukung Program Pemerintah Sektor Swasembada Pangan 2025

Pria yang akrab disapa Pak Day itu menilai, persaingan media saat ini tidak lagi sekadar adu cepat menayangkan berita, melainkan adu kedalaman serta daya pikat konten.

“Kecepatan digital tidak boleh mengorbankan kualitas dan akurasi. Justru kita dituntut membuat karya yang lebih menarik, berbobot, dan dipercaya. Kuncinya ada pada kekompakan internal serta ruang kolaborasi yang luas dengan semua pihak, termasuk pemerintah daerah,” tegas Pak Day.

Tantangan profesionalisme jurnalis juga digarisbawahi Ketua PWI Jawa Timur, Lutfi Hakim. Pihaknya menekankan produk pers harus memberikan pemahaman yang utuh dan bernilai tambah bagi pembaca, bukan sekadar kutipan mentah.

“Output yang kita kejar adalah bagaimana teman-teman di daerah semakin profesional. Berita itu tidak sekadar ditulis lalu disebar, tetapi bagaimana publik bisa memahami persoalan secara lebih jernih dan bijak,” urai Lutfi.

Menariknya, pelantikan tak sekadar diisi seremonial dan pidato politik. Nilai kepedulian sosial turut dihadirkan lewat aksi santunan kepada puluhan anak yatim piatu.

Bupati Rusdi Sutejo bersama pengurus PWI Pasuruan menyerahkan secara langsung santunan tersebut di panggung acara. Suasana makin mencair dan gayeng berkat game interaktif yang disiapkan panitia. Kemeriahan pecah saat pengundian doorprize berupa voucher menginap gratis di sejumlah hotel berbintang. Dukungan tersebut datang dari enam jaringan perhotelan ternama.

Di antaranya Grand Inti Whiz Trawas Mojokerto, Hotel Ascent dan Hotel Darussalam Kota Pasuruan, Hotel Inna Tretes dan Royal Senyiur Prigen, hingga Hotel Mercure Surabaya. Sinergi itu sekaligus menandai kuatnya dukungan sektor swasta dan pariwisata terhadap keberadaan insan pers di Pasuruan Raya. [hil.dre]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!