28 C
Sidoarjo
Monday, September 7, 2026
spot_img

Bandara Jeda Erupsi

Gunung Anak Krakatau erupsi menyemburkan material debu vulkanik, bisa sampai setinggi 15 kilometer (sekitar 50 ribu kaki). Juga disertai dentuman keras, terdengar sampai kota Bandung. Niscaya membahayakan penerbangan. Sehingga segala aktifitas penerbangan dari 8 bandara sekitar Jakarta. Termasuk Bandara yang paling sibuk di Indonesia, Soetta (Soekarno-Hatta), ditutup dua hari. Lebih dari 1.600 penerbangan dibatalkan, dengan 170 ribu penumpang tertahan.

Sejak awal terdengar dentuman keras, PVMGB (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) telah meng-informasikan ke-bahaya-an erupsi gunung Anak Kratau. Langit di perairan selat Sunda, telah dipenuhi abu vulkanik. Diantaranya abu kaca, yang lancip dan keras, mengandung silika. Walau berukuran mikroskopis, abu kaca bisa masuk turbin, mesin mati total. Juga bisa menggores kaca kokpit menjadi buram. Sangat mengganggu pandangan pilot.

Maka operasional 8 Bandara, khususnya Soetta, ditutup total, sejak Sabtu dinihari hingga Senin siang. Tujuh bandara lain, adalah Bandara Halim Perdanakusuma (Jakarta), Bandara Radin Inten II (Lampung), Bandara Husein Sastranegara (Bandung), Bandara Budiarto, Curug (Tangerang), Bandara Pondok Cabe (Tangerang Selatan), Bandara Taufik Kiemas (Pesisir Barat, Lampung), dan Bandara Atung Bungsu (Pagar Alam, Sumsel).

Data per-6 September pukul 18:00, penerbangan yang terdampak, diantaranya sebanyak 746 merupakan penerbangan domestik. Serta 272 penerbangan internasional, dan 21 penerbangan kargo. Bahkan Senin pukul 13:30, belum terdapat pengumuman bakal dibuka. Semakin banyak yang dinyatakan batal, dengan tulisan warna merah “Dibatalkan” (untuk domestik), dan “Cancelled” (untuk internasional).

Berita Terkait :  Pemkot Surabaya Apresiasi Diresmikannya Gedung Baru English 1

Walau beberapa penumpang memilih alternatif bandara yang ditawarkan (take of dan landing) Bandara Kertajati, Bandara Juanda, Bandara YIA (Yogya), serta Bandara di Semarang dan Solo. Pemindahkan penerbangan ke bandara alternatif, juga disediakan transportasi darat lanjutan berupa bus dan kereta api (KA). Sehingga perjalanan KA dari Surabaya, Semarang, dan Solo, juga menambah kereta.

Keamanan Penerbangan menjadi prioritas nomor satu operasional seluruh Bandara, dan maskapai, tanpa bisa ditawar. Diatur dalam UU Nomor 1 Tahun 2009 Tentang Penerbangan. Pada pasal 264 ayat (2), dinyatakan, “Pada Kawasan udara berbahaya … dilakukan pembatasan kegiatan penerbangan yang bersifat tudak tetap dan tidak menyeluruh sesuai dengan kondisi alam.” AirNav Indonesia telah memberikan warning berdasar rekomendasi BMKG, dan PVMBG.

Keamanan udara, bukan sekadar warning untuk pesawat terbang. Melainkan juga kepada seluruh masyarakat. Terutama Kawasan yang terpapar debu vulkanik. Realitanya, muntahan gunung Anak Krakatau, juga mengeluarkan abu kaca (silika). Bahkan Gubernur Jakarta, dan Banten, me-wajib-kan penggunaan masker, untuk seantero propinsi. Begitu pula beberapa Bupati di Jawa Barat (Bogor, Depok, Bekasi, sampai Bandung) telah membagikan masker.

Abu kaca yang dimuntahkan pada erupsi gunung Anak Krakatau, merupakan partikel mikroskopis, yang bisa menembus bulu hidung. Sampai terhirup masuk ke paru-paru. Menyebabkan sesak nafas, sampai iritasi paru (karena ujung abu kaca yang tajam). Bahkan Kementerian Kesehatan telah memberi pengarahan, manakala mata terasa perih karena kemasukan debu vulkanik, tidak dikucik dengan tangan. Harus didahului disiram air, dan dibasuh perlahan. Abu kaca vulkanik bisa menggores korne mata.

Berita Terkait :  Dinsos Jatim Dampingi Rujukan Sementara Dua Balita dari Sentra Kemensos

Tetapi muntahan vulkanik, hampir seluruh debu-nya bermanfaat untuk kesuburan tanah, dalam jangka panjang. Karena mengandung berbagai mineral penting (fosfor, kalium, kalsium, dan magnesium). Juga mengandung mikronutrien, logam dan zat besi yang membantu kesehatan tanah. Bahkan pasir yang dimuntahkan dari erupsi gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur, menjadi pasir yang paling mahal (harganya tiga kali lipat dibanding pasir yang diambil dari sungai).

——— 000 ———

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!