Bupati Malang HM Sanusi. cahyono/bhirawa.
Kabupaten Malang, Bhirawa. – Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS) sudah berdiri di wilayah Kabupaten Malang, serta kampus Sekolah Menengah Atas (SMA) Taruna Nusantara. Sehingga dengan bertebaran perguruan tinggi tersebut, hal ini berdampak pada tingkat perekonomian masyarakat di sekitar kampus. Seperti berdiri di wilayah Kecamatan Dau, Kepanjen, Pakis, dan untuk SMA Taruna Nusantara berdiri di wilayah Kecamatan Pagak.
Sehingga dengan beberapa kampus berdiri di wilayah Kabupaten Malang, tentunya ribuan mahasiswa dari berbagai daerah di seluruh Indonesia tinggal sementara di kabupaten setempat. Hal ini telah menguntungkan warga di sekitar kampus, seperti usaha baru tempat kos, warung, laundry hingga pada pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Dengan ribuan mahasiswa yang menempuh Pendidikan perguruan tinggi di wilayah Kabupaten Malang, hal ini membuat Bupati Malang HM Sanusi berpesan agar para mahasiswa fokus pada kuliahnya. Dan jangan sampai mahasiswa terpengaruh hal -hal yang merusak mental mereka. Misalnya, mengonsumsi narkoba, yang akan membawa mereka ke dalam lubang kehancuran. Sehingga hindari narkoba, agar dalam menempuh Pendidikan sarjana berjalan lancar sesuai harapan orang tua.
“Kami meminta pada mahasiswa tidak takut menyuarakan kebenaran ketika menemukan tindakan yang tidak sesuai aturan. Termasuk perundungan di lingkungan kampus,” pintah Bupati Malang HM Sanusi, Senin (7/9), kepada wartawan.
Dalam kesempatan itu, dia juga mengingatkan pada mahasiswa agar tidak memilih diam ketika mengalami maupun menyaksikan tindakan perundungan. Untuk itu, mahasiswa harus memiliki keberanian untuk menyampaikan persoalan kepada pihak kampus melalui mekanisme yang telah tersedia. Dan jika melihat atau mengalami ketidakbenaran, perundungan harus berani disuarakan dan segera disampaikan kepada Rektor maupun para pembimbing. Selain itu, jika menemukan pemakaian narkoba di lingkungan kampus, mahasiswa juga harus berani melaporkan ke Polisi.
Menurut Sanusi, keberanian menyampaikan persoalan merupakan bagian dari pembentukan karakter mahasiswa. Karena lingkungan perguruan tinggi tidak hanya menjadi tempat untuk memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga ruang untuk membangun sikap, integritas, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
“Jumlah mahasiswa yang berkuliah di wilayah Kabupaten mencapai puluhan ribu orang yang datang dari 38 provinsi. Salah satunya mahasiswa Universitas Islam Raden Rahmat (UNIRA) Kepanjen, Kabupaten Malang, kini jumlahnya mencapai 9.509 orang mahasiswa,” jelasnya.
Ditegaskan, dengan perkembangan pendidikan di perguruan tinggi tersebut menjadi capaian yang membanggakan, yang sekaligus menunjukkan semakin luasnya kepercayaan masyarakat terhadap perguruan tinggi di Kabupaten Malang. Tentunya, hal ini suatu prestasi
yang luar luar biasa. Karena dengan semakin banyaknya mahasiswa dari berbagai daerah dan perguruan tinggi, maka akan membantu menyediakan pendidikan terbaik bagi anak-anak asal Kabupaten Malang, agar mereka memiliki kesempatan meningkatkan kualitas diri, serta mendapatkan kesempatan untuk mencapai Pendidikan tinggi.
“Kami menilai keberadaan perguruan tinggi dengan jumlah mahasiswa yang terus berkembang turut mendukung peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Kabupaten Malang,” pungkas Sanusi. [cyn.hel].


