33.1 C
Sidoarjo
Thursday, October 15, 2026
spot_img

Atasi Penumpukan Sampah dan Buka Lapangan Kerja, Pemkab Lamongan Pacu Pembangunan TPST Dadapan

Lamongan, Bhirawa –  Keberadaan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) menjadi elemen vital dalam pengelolaan lingkungan hidup di tingkat daerah. Selain menjadi kunci penanganan krisis penumpukan sampah, TPST terbukti efektif menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan. TPST berfungsi sebagai filter utama agar hanya sampah residu yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Langkah ini signifikan dalam mengurangi beban TPA yang mengalami kelebihan kapasitas (overcapacity) serta mencegah pencemaran lingkungan dengan menekan emisi gas metana dan air lindi. Tak hanya itu, sampah yang dikelola di TPST dapat dikonversi menjadi produk bernilai ekonomi dan energi—seperti kompos, Refuse Derived Fuel (RDF/bahan bakar alternatif), serta material daur ulang (MDU yang berujung pada peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.

Saat ini, Kabupaten Lamongan terus memperkuat infrastruktur pengolahan sampahnya. Selain TPST Samtaku Tambakrigadung yang telah beroperasi dengan kapasitas hingga 60 ton per hari, Pemerintah Kabupaten Lamongan kini tengah memacu pembangunan TPST Dadapan di Kecamatan Solokuro.

Berdasarkan data dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lamongan, progres pembangunan TPST Dadapan saat ini telah mencapai sekitar 35 persen. Kawasan ini dirancang memiliki fasilitas terpadu, meliputi area TPST, bangunan penunjang Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), serta area landfill.

TPST Dadapan nantinya diproyeksikan memiliki kapasitas pengolahan hingga 50 ton sampah per hari dengan output utama berupa RDF dan material daur ulang. Proyek ini juga dipastikan memberikan dampak sosial-ekonomi positif melalui penyerapan 30 hingga 35 tenaga kerja lokal dari wilayah Solokuro dan sekitarnya.

Berita Terkait :  Kenalkan Inovasi Kacamata BL, Edukasi Penanganan ODGJ di Masyarakat

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, saat meninjau pembangunan TPST Dadapan pada Kamis (15/10/2026) menyampaikan apresiasinya atas terealisasinya pembangunan infrastruktur modern penanganan sampah di kawasan utara Lamongan tersebut.

“Alhamdulillah TPST ini akan dibangun dengan teknologi yang modern, sehingga dapat lebih mudah dalam pemilahan sampah, sampah masuk langsung dipilah. Sampah di Lamongan ini dapat mengurangi beban, karena kapasitasnya 50 ton per hari. Semoga ini dapat memberi keberkahan dan kemanfaatan bagi masyarakat di Kabupaten Lamongan,” ujar Bupati Yuhronur. [yit.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!