33.1 C
Sidoarjo
Thursday, October 15, 2026
spot_img

Bupati Setyo Wahono Buka MTQ Tingkat Kabupaten, Tekankan Penguatan Generasi Qurani

Bojonegoro, Bhirawa – Bupati Bojonegoro Setyo Wahono secara resmi membuka Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kabupaten Bojonegoro di Pendopo Malowopati, Kamis (15/10/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Nurul Azizah, Kepala Kantor Kementerian Agama, para asisten, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Peserta MTQ tingkat kabupaten merupakan peserta yang telah lolos seleksi pada MTQ tingkat kecamatan yang digelar bulan sebelumnya. Pelaksanaan seleksi di tingkat kecamatan tersebut terbagi dalam tiga zona, yakni zona timur, tengah, dan barat.

Dalam sambutannya, Bupati Setyo Wahono menegaskan bahwa MTQ tidak sekadar menjadi ajang perlombaan untuk meraih prestasi, tetapi juga sarana pembinaan generasi Qurani yang memiliki karakter, akhlak mulia, dan kecerdasan spiritual. Nilai-nilai Al-Quran, seperti kejujuran, amanah, keadilan, dan tanggung jawab, diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut dia, pembinaan generasi muda perlu terus diperkuat agar tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki landasan spiritual dan moral yang kuat di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada LPTQ yang sudah mulai aktif bergerak dalam rangka melakukan pembinaan. Kita ingin membangun generasi muda menjadi generasi Qurani, yang tidak hanya cerdas ilmu, tetapi juga cerdas spiritual,” ujar Setyo Wahono.

Ia menilai, kemajuan teknologi dan perubahan zaman harus diimbangi dengan penguatan akhlak serta penanaman norma agama. Kecerdasan intelektual perlu berjalan beriringan dengan kecerdasan spiritual agar generasi muda mampu menghadapi berbagai tantangan tanpa meninggalkan nilai-nilai moral.

Berita Terkait :  Sinergi PT Cargill dan Pemkab Gresik, Eleminir Stunting di Enam Desa

Bupati juga menekankan bahwa tanggung jawab membentuk generasi berakhlak mulia bukan hanya berada di tangan pemerintah daerah, ulama, maupun Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ). Keluarga, khususnya orang tua, memiliki peran penting dalam menanamkan adab dan nilai-nilai agama sejak dini.

“Kita ingin Bojonegoro damai dan masyarakatnya memiliki kecerdasan spiritual. Kita ingin masyarakat Bojonegoro mendahulukan adab dan norma agama. Ilmu itu penting, tetapi adab dan agama harus menjadi landasan utama,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia berharap penyelenggaraan MTQ dapat memperkuat ukhuwah Islamiyah serta menjaga persatuan dan kerukunan masyarakat Bojonegoro. Menurutnya, pembangunan daerah tidak cukup hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, pembangunan infrastruktur, dan penyediaan fasilitas umum, tetapi juga harus disertai pembangunan kualitas manusia.

Penguatan intelektual, kematangan spiritual, dan keluhuran akhlak menjadi bagian penting dalam mewujudkan pembangunan yang seimbang. Melalui MTQ, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap tumbuh generasi Qurani yang tidak hanya mampu membaca dan memahami Al-Quran, tetapi juga mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan bermasyarakat.

Dengan demikian, MTQ diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat karakter masyarakat sekaligus mendukung terwujudnya Bojonegoro yang damai, berakhlak, dan memiliki sumber daya manusia yang berkualitas. [bas.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!