Kab Malang, Bhirawa – Untuk mengantisipasi musim penghujan, Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang mulai melakukan percepatan pembangunan drainase di beberapa wilayahnya. Pembangunan drainase merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan infrastruktur secara keseluruhan.
Menurut, Kepala DPUBM Kabupaten Malang Khairul Isnaidi Kusuma, Kamis (15/10/2026), kepada wartawan, pembangunan drainase di tepi jalan sebagai pelengkap untuk mengantisipasi meluapnya air hujan. Dengan begitu, ketika hujan deras air langsung mengalir ke drainase dan tidak ada genangan air di jalan. Selain itu, pembangunan drainase juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus mengurangi risiko banjir menghadapi musim penghujan.
Dia menegaskan, bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang berkomitmen memberikan pelayanan infrastruktur yang optimal, mulai dari drainase, jalan, jembatan, hingga Penerangan Jalan Umum (PJU). Dengan dibangunnya infrastruktur tersebut, tentunya untuk memudahkan transportasi dan memperlancar akses perekonomian warga desa. Karena semua infrastruktur yang dibangun bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kami berharap dukungan dari berbagai pihak agar pembangunan infrastruktur terus berjalan lancar demi membantu mobilitas dan perekonomian warga sehari-hari,” tuturnya.
Khairul menyampaikan, bahwa dirinya juga mengimbau agar proses pengerjaan proyek ini, yang pasti diimbangi dengan pengawasan yang efektif pada setiap tahapannya. Sehingga dapat diselesaikan tepat waktu dengan standar kualitas yang optimal dan hasil yang memuaskan bagi masyarakat. Dengan adanya perbaikan saluran drainase, maka masyarakat memberikan apresiasi kepada Pemkab Malang melalui DPUBM Kabupaten Malang.
“Sebab, pembangunan drainase tersebut dinilai sangat membantu mengurangi genangan air saat hujan deras,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembangunan dan Peningkatan DPUBM Kabupaten Malang Anita Aulia Sari menambahkan, saat ini pengerjaan drainase kita kerjakan di wilayah Desa Ngamarto, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Sedangkan pekerjaan tersebut memiliki volume tinggi 70 centimeter (cm), lebar 50 cm, panjang saluran 278 meter, plat masuk, beton fc 20 MPa. Untuk pekerjaan drainase di wilayah Desa Wonorejo masih mau proses pelaksanaan.
“Dengan selesainya pembangunan drainase diharapkan tidak ada lagi genangan air hujan di jalan, karena air langsung masuk ke drainase,” tandasnya. [cyn.kt]



