33.1 C
Sidoarjo
Thursday, October 15, 2026
spot_img

Jadi Percontohan Nasional, Perhutani Siap Perpanjang MoU Program Ketahanan Pangan Bersama Rutan

“ Kakanwil Ditjenpas Jatim  Dukung Penuh Program Tanaman Jagung “

Situbondo, Bhirawa – ​Administratur Perum Perhutani KPH Bondowoso, Misbahul Munir memberikan apresiasi positif atas suksesnya program ketahanan pangan yang digagas Rutan Kelas IIB Situbondo, pimpinan Suwono.

Betapa tidak, hanya dengan dukungan SDM kecil serta dana minim, Rutan Situbondo mampu memproduksi panen jagung dengan jumlah besar yakni satu hektar lahan tembus 10 ton.

“Ya kami siap untuk memperpanjang MoU bersama Rutan Situbondo. Karena kalau distop belum tentu bisa mengelola seperti produksi tanaman jagung saat ini,” tutur Misbahul Munir.

​Sementara itu program ketahanan pangan yang dijalankan oleh Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Situbondo membuktikan hasil yang nyata. Meski sempat diwarnai ragam tantangan pada awal pelaksanaannya, program yang telah berjalan selama kurang lebih satu tahun ini kini tidak hanya membuahkan hasil panen, tetapi juga memberi dampak sosial positif bagi warga binaan dan masyarakat sekitar. 

​Kepala Rutan Kelas IIB Situbondo, Suwono, menceritakan perjalanan panjang serta dinamika di balik pengelolaan lahan ketahanan pangan tersebut. Awalnya, pihak Rutan sempat ragu karena pengelolaan lahan membutuhkan proses panjang dan sumber daya yang tidak sedikit. 

​”Awalnya saya berpikir ketahanan pangan ini cukup rumit. Dari yang tadinya ditawarkan 1 hektar, saya minta jika bisa 4 hektar sekalian. Namun saat disetujui 4 hektar, kami sempat bingung lagi karena kondisinya masih berupa semak-semak dan kayu berhamburan yang sangat sulit dikerjakan,” ujarnya. 

Berita Terkait :  Pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Payungrejo Diawali Doa Bersama

​Guna mengatasi kendala awal tersebut, Karutan membentuk tim khusus ketahanan pangan yang melibatkan 5 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dan 2 pegawai Rutan yang bersiaga setiap hari, dibantu oleh salah satu orang tua WBP. Proses pembersihan lahan berjalan cukup alot dan memakan waktu hingga tiga bulan. 

​”Untuk membersihkan lahan saja butuh waktu tiga bulan, bahkan sampai menghabiskan satu truk ban bekas untuk pembakaran. Setelah bersih, kami sempat bingung terkait traktor dan sumber air. Berkat bantuan dan sinergi dari Dinas Pertanian serta pihak ketiga, kami mendapat bantuan traktor, mesin air, bibit, hingga pupuk dan obat-obatan,” jelasnya. 

Kata Wono, ​dampak sosial ​perjuangan dan kerja keras tersebut akhirnya membuahkan hasil pada panen perdana yang berlangsung sekitar bulan September lalu. Dari lahan seluas 3 hektar pada tahap pertama, Rutan Situbondo berhasil memanen sebanyak 10 ton jagung.  ​Hasil dari panen perdana tersebut dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan sosial dan pembinaan.

“Ya kami mengadakan ​bakti Sosial dan Bedah Rumah dengan Alokasi anggaran sebesar Rp20 juta digunakan untuk program bedah satu unit rumah warga yang membutuhkan.   Lalu, ​Premi Warga Binaan, Pembagian premi/upah kerja diberikan kepada 10 WBP yang terlibat, dengan besaran berkisar antara Rp1 juta hingga Rp3 juta per orang. Selanjutnya mengadakan ​Pemberdayaan Warga Sekitar dengan Pelaksanaan panen turut melibatkan sekitar 20 orang ibu-ibu warga setempat selama 3 hari,” beber Wono.

Berita Terkait :  Jadi Percontohan Nasional, TPA Supit Urang akan Terus Dikembangkan

​Tak hanya itu, Ia juga mengapresiasi dukungan swadaya dan partisipasi sukarela dari masyarakat sekitar lokasi lahan yang turut membantu proses penyiraman air hingga pembersihan lahan. 

​”Alhamdulillah, program ini memberikan efek yang sangat bagus. Selain WBP mendapatkan keterampilan dan premi, warga sekitar juga ikut terbantu. Dengan selesainya tahap pertama ini, kami siap melanjutkan ke tahap pengelolaan berikutnya,” pungkasnya. 

Sementara itu Kakanwil Kemenkumham Jatim, Kusnali juga memberikan apresiasi positif terbentuknya Tim Efektif Ketahanan Pangan Rutan Situbondo. Bahkan, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas keberhasilan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Situbondo dalam mengelola lahan pertanian hingga menggelar Panen Raya Jagung. 

​Dalam sambutannya, Kusnali menegaskan bahwa program ketahanan pangan yang dijalankan Rutan Situbondo merupakan langkah nyata dalam mendukung kebijakan pemerintah dan kementerian. 

​

“Program ini merupakan wujud implementasi dari 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya terkait dukungan ketahanan pangan, yang juga sangat selaras dengan 8 Program Prioritas Presiden,” ujar Kusnali.

​Kusnali mengisahkan, usaha mengolah lahan seluas 4 hektar yang awalnya terlihat mustahil karena hanya dikerjakan oleh tim kecil terdiri dari 5 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dan 2 petugas, akhirnya mampu membuahkan hasil berkat tekad dan semangat yang luar biasa. 

​”Jika kita pikirkan, menggarap lahan 4 hektar hanya dengan 5 warga binaan dan 2 petugas secara manual rasanya mustahil. Namun dengan niat, tekad, dan sinergi Lintas Sektor melalui program ‘Simpatik’, hal tersebut bisa terwujud dan hasilnya dapat kita saksikan bersama hari ini,” ungkapnya. 

Berita Terkait :  Optimalkan Angkutan Pelajar Gratis, Pj Wali Kota Batu Ajak Sopir Angkot Sarapan

​Keberhasilan ini bahkan menarik perhatian langsung dari pimpinan pusat. Kusnali menceritakan bahwa dirinya sempat berkomunikasi melalui video call dengan Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) untuk melaporkan kegiatan panen raya tersebut. Plt. Dirjenpas mengarahkan agar kegiatan positif ini dipublikasikan secara luas karena mampu mengangkat citra dan nama baik pemasyarakatan. 

​Selain peningkatan produktivitas lahan—yang mana pada tahap 1 hektar ini diperkirakan mampu menghasilkan hingga 10 ton jagung—Kusnali menekankan pentingnya dampak pembinaan bagi para warga binaan. 

​”Manfaatnya sangat luar biasa. Pertama, warga binaan mendapatkan ilmu dan keterampilan cara menanam jagung yang benar. Kedua, sesuai dengan penekanan Bapak Menteri, setiap warga binaan yang terlibat juga mendapatkan premi atau upah atas kerja keras mereka,” tegas Kusnali. 

​Di akhir sambutannya, Kusnali menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung, termasuk jajaran Perhutani, Bank BRI sebagai mitra kerja, Dinas Pertanian, media massa, serta masyarakat sekitar yang turut mensukseskan program pembinaan kemandirian tersebut.  [awi.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!