28.9 C
Sidoarjo
Wednesday, October 7, 2026
spot_img

Bumi Kampung Pesilat, Pemkab Madiun Lakukan Pendekatan Budaya Damai


Kabupaten Madiun, Bhirawa – Bupati Madiun, H Hari Wuryanto menegaskan, untuk memperkuat branding Kabupaten Madiun sebagai kiblat pencak silat, pemerintah daerah juga menyiapkan terobosan di bidang infrastruktur fisik dan media kreatif. Salah satu proyek strategis yang disiapkan adalah Monumen Kampung Pesilat yang berlokasi di sisi selatan Alun-Alun Madiun, dengan target penyelesaian pada 2027.

“Kita berencana membangun kawasan Delta atau Monumen Kampung Pesilat di sebelah selatan Alun-Alun dan sinema edukatif tentang pencak silat targetnya dapat terealisasi pada 2027 mendatang,” ujar Bupati Madiun, H. Hari Wuryanto dalam Sarasehan implementasi budaya damai dan penguatan kelembagaan, di Aula Kecamatan Balerejo, Selasa (6/10).

Menurut Bupati, kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, aparat keamanan, tokoh perguruan, dan warga diharapkan mampu menjadikan Madiun sebagai percontohan nasional dalam pengelolaan kerukunan berbasis tradisi. Selain menjaga stabilitas daerah, penguatan identitas Kampung Pesilat ini juga diharapkan mampu memicu pertumbuhan ekonomi lokal serta sektor pariwisata.

Keberadaan paguyuban Kampung Pesilat lanjut buoati, diproyeksikan sebagai pendeteksi dini untuk mengantisipasi potensi perselisihan warga silat di lapangan, mempermudah ruang dialog antar pengurus, serta menjadi wadah penyelesaian masalah secara damai. Melalui agenda rutin setiap dua bulan sekali di tingkat Kabupaten dan sebulan sekali di tingkat desa.

Bupati Madiun, Hari Wuryanto,, menjelaskan bahwa landasan pembinaan bertumpu pada Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 48 Tahun 2025 tentang Kabupaten Madiun Kampung Pesilat Indonesia. “Langkah awal secara regulasi sudah kita buatkan melalui Perbup 48 kaitannya dengan pencak silat. Kemudian kita wadahi forum komunikasi dari teman-teman pencak silat, mulai tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten melalui Paguyuban Kampung Pesilat,” ujar Bupati. Hari Wur.

Berita Terkait :  Kolaborasi Pramuka dan RSTN, Tiga Rumah Warga Kota Kediri Mulai Dibedah

Kegiatan sarasehan ini di ikuti oleh Babinkamtibmas, Kepala desa, dan anggota paguyuban Kampung pesilat tersebut bertujuan untuk memperkuat persaudaraan antar perguruan silat sekaligus meminimalisir potensi konflik. [dar.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!