27 C
Sidoarjo
Thursday, September 24, 2026
spot_img

Razia Lapas Tulungagung, Petugas Gabungan Temukan Banyak Barang Berbahaya

Tulungagung, Bhirawa. – Petugas gabungan melakukan razia di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tulungagung, Rabu (23/9). Mereka menemukan sejumlah barang berbahaya seperti di antaranya palu, gunting dan kaca di kamar sel yang dihuni warga binaan.

Petugas gabungan yang terdiri dari aparat kepolisian, TNI, BNN Kabupaten dan pengamanan lapas itu tidak menemukan barang terlarang narkoba maupun handphone (telepon seluler). Bahkan, ketika dilakukan tes urine bagi warga binaan kasus narkoba, mereka tidak menemukan warga binaan yang positif mengonsumsi narkoba.

Kepala Lapas Kelas IIB Tulungagung, Muhammad Kurnia, mengatakan pihaknya akan melakukan penyitaan terhadap barang berbahaya seperti senjata tajam (sajam) yang ditemukan saat razia gabungan. “Termasuk barang-barang yang menjadi potensi barang larangan akan disita,” ujarnya.

Menurut dia, razia gabungan memang bertujuan untuk memastkan lapas dan rutan di Indonesia bebas dari peredaran narkoba serta handphone. Dan ini merupakan tindak lanjut arahan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) dalam rangka memperkuat keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan.

“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan pengawasan dan deteksi dini terhadap setiap potensi gangguan keamanan dan ketertiban,” paparnya.

Terkait temuan barang berbahaya berupa gunting dan palu, Kalapas Kurnia mengungkapkan barang tersebut merupakan barang untuk program kemandirian warga binaan. “Kemungkinan terselip, kemudian terbawa ke kamar. Ini menjadi bahan evaluasi bagi kami,” tandasnya.

Pelaksanaan razia dan penggeledahan dilakukan pada empat blok hunian Lapas Kelas IIB Tulungagung. Empat blok itu terdiri dari tiga blok hunian warga binaan laki-laki dan satu blok hunian warga binaan wanita.

Berita Terkait :  Perkuat Ketangguhan Warga Hadapi Bencana, PMI dan Paiton Energy Jalin Kerja Sama Strategis

Sementara itu, Kepala BNN Kabupaten Tulungagung, Wasbeka Abie Yuwono, mengungkapkan untuk warga binaan yang menjalani tes urine merupakan pilihan dari BNN Kabupaten. Bukan dari pihak lapas.

“Petugas dari BNN Kabupaten yang memilih siapa yang akan dites urine. Hasilnya, dari 25 sampling di blok warga binaan kasus narkoba hasilnya negatif semua,” bebernya.

Abie selanjutnya memaparkan jika BNN Kabupaten Tulungagung dan Lapas Kelas IIB Tulungagung sudah melakukan kerjasama guna mencegah peredaran narkoba. Utamanya, saat kunjungan keluarga warga binaan.

“Kami dilibatkan dalam pemeriksaan barang bawaan pengunjung keluarga warga binaan. Termasuk juga melakukan rehabilitasi bagi waga binaan,” pungkasnya. (wed.hel)

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!