Pemprov, Bhirawa – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur (Disbudpar Jatim) melalui UPT Pemberdayaan Lembaga Seni dan Ekonomi Kreatif Wilwatikta resmi menggelar Wilwatikta Creative Festival (WCF) 2026.
Mengangkat tema sebagai ruang kolaborasi seni, budaya, dan ekonomi kreatif, festival ini dipusatkan di Taman Candra Wilwatikta, Pandaan, Kabupaten Pasuruan, pada Sabtu, 19 September 2026.
Kepala Disbudpar Jatim melalui Kepala UPT UPT Pemberdayaan Lembaga Seni dan Ekonomi Kreatif Wilwatikta, Samat menyampaikan, penyelenggaraan WCF 2026 dirancang sebagai wadah apresiasi, promosi, sekaligus pengembangan potensi lokal.
“Melalui konsep yang integratif, acara ini mempertemukan langsung para pelaku kreatif, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), komunitas seni, serta stakeholder terkait dengan masyarakat luas dalam satu ekosistem yang berkelanjutan,” jelasnya, Rabu (16/9/2026).
Sinergi Ragam Seni Pertunjukan
Sepanjang festival, pengunjung disuguhkan serangkaian pertunjukan seni dan sendratari yang memukau. Sejumlah kelompok seni ternama turut ambil bagian mengisi panggung utama, di antaranya Diklat Tari Anjungan Jawa Timur (TMII) Jakarta, Dapur Kesenian Wilwatikta Pandaan, Turonggo Seto, Amaruna, Prapanca, hingga Lab Remo Surabaya.
Tidak hanya seni tradisi, festival ini juga memberikan ruang khusus bagi komunitas musik lokal untuk tampil dan berinteraksi langsung dengan para penikmat musik.
Pada area Gelar Karya dan Pameran Ekonomi Kreatif, masyarakat dapat melihat dan mengapresiasi keunikan produk berbasis kearifan lokal Jawa Timur. Berbagai produk unggulan yang dipamerkan meliputi batik warna alam, rangka pusaka, karya lukisan, bordir, wayang kulit, hingga barong.
Selain pameran visual, festival ini menghadirkan area permainan anak tradisional untuk melestarikan permainan Nusantara di era digital.
Untuk mendukung perputaran ekonomi, area festival dilengkapi dengan sentra kuliner UMKM dan food truck.
Pengunjung dapat menikmati berbagai sajian khas dan produk lokal seperti Kopi Sedap Malam, Nasi Punel, Wedang Rempah, Pasar Mangga Klonal 21, hingga gerai makanan populer lainnya.
Membangun Daya Saing Ekosistem Kreatif
Penyelenggaraan Wilwatikta Creative Festival 2026 menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mendorong pemberdayaan ekonomi kreatif.
Langkah strategis ini diharapkan mampu membangun jejaring antarpelaku usaha, meningkatkan kreativitas, serta memperluas jangkauan promosi dan pemasaran agar produk lokal memiliki daya saing yang lebih tinggi.
Lebih dari sekadar ruang hiburan, festival tahunan ini memperlihatkan bahwa inovasi seni, kekayaan budaya, dan kekuatan ekonomi kreatif Jawa Timur dapat tumbuh berdampingan melalui partisipasi aktif masyarakat dan kolaborasi lintas sektor. [rac.kt]




