Lamongan, Bhirawa – Pembangunan dan kinerja pemerintahan desa di Kabupaten Lamongan terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan hasil Indeks Desa (ID) 2026, sebanyak 25 desa di Kabupaten Lamongan berhasil naik status dari Desa Maju menjadi Desa Mandiri.
Peningkatan ini mencatatkan lonjakan total Desa Mandiri di Kota Soto dari yang sebelumnya 279 desa pada 2025, kini menjadi 304 desa dari total 462 desa di seluruh Kabupaten Lamongan.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Lamongan, Joko Raharto, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan buah dari upaya berkelanjutan Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam mendorong percepatan kemandirian desa.
“Indeks Desa 2026 sendiri mengukur enam dimensi, yakni layanan dasar, sosial, ekonomi, lingkungan, aksesibilitas, serta tata kelola pemerintahan desa. Kenaikan status desa dari Desa Maju menjadi Desa Mandiri membawa dampak signifikan terhadap kemandirian fiskal, tata kelola, dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Joko saat ditemui di Kantor DPMD Kabupaten Lamongan, Senin (14/9/2026).
Menurutnya, 25 desa yang berhasil naik status menjadi Desa Mandiri tersebut tersebar di 17 kecamatan. Kondisi ini menunjukkan bahwa peningkatan pembangunan dan kemandirian desa berlangsung secara merata di berbagai wilayah Kabupaten Lamongan.
Adapun desa yang naik status tersebut di antaranya Desa Balongwangi Kecamatan Tikung, Desa Kedungwangi Kecamatan Sambeng, Desa Keyongan Kecamatan Babat, Desa Songowareng Kecamatan Bluluk, Desa Jubelkidul Kecamatan Sugio, Desa Bangkok Kecamatan Glagah, Desa Sumberjo Kecamatan Lamongan, Desa Maor Kecamatan Kembangbahu, Desa Bambang Kecamatan Turi, dan Desa Kalipang Kecamatan Sugio.
Selanjutnya Desa Pelangwot Kecamatan Laren, Desa Mojodadi Kecamatan Kedungpring, Desa Bandungsari Kecamatan Sukodadi, Desa Cungkup Kecamatan Pucuk, Desa Plumpang Kecamatan Sukodadi, Desa Sidokumpul Kecamatan Sambeng, Desa Banjargondang Kecamatan Bluluk, Desa Menganti Kecamatan Glagah, serta Desa Ketapangtelu Kecamatan Karangbinangun.
Kemudian Desa Sidomulyo Kecamatan Deket, Desa Sumberbanjar Kecamatan Bluluk, Desa Keting Kecamatan Sekaran, Desa Medang Kecamatan Glagah, Desa Gempoltukmloko Kecamatan Sarirejo, dan Desa Lopang Kecamatan Kembangbahu.
Selain peningkatan status di puluhan desa tersebut, Joko menegaskan bahwa tidak ada satu pun desa berstatus Mandiri yang mengalami penurunan status menjadi Desa Maju pada tahun ini. Hal tersebut membuktikan kuatnya stabilitas pembangunan dan keberlanjutan program di tingkat desa.
“Desa-desa di Kabupaten Lamongan berhasil mempertahankan kualitas pelayanan publik dan kemandiriannya tanpa mengalami kemunduran nilai indeks desa,” tegasnya. [yit.gat]


