Surabaya, Bhirawa – Komitmen PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat terus diwujudkan melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Kali ini, PLN UIT JBM memberikan dukungan bagi pengembangan UMKM Batik Tin Gundih di Kelurahan Gundih, Kecamatan Bubutan, Kota Surabaya.
Dikemas melalui program Srikandi Movement “Women Support Women”, kegiatan tersebut diwujudkan melalui Program Pembinaan Kader dan Pengembangan Sarana Prasarana Wisata Edukasi Batik bagi UMKM Kampung Ceria Batik Tin Gundih.
Program ini ditujukan untuk memperkuat kapasitas perempuan pelaku UMKM sekaligus mendukung pengembangan Batik Tin Gundih sebagai sentra produksi dan wisata edukasi batik berbasis masyarakat.
General Manager PLN UIT JBM, Ika Sudarmaja, saat dikonfirmasi, Jumat (11/9) mengungkapkan pelaksanaan program TJSL merupakan wujud nyata komitmen korporat PLN dalam membangun sinergi dengan masyarakat sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi masyarakat di sekitar wilayah kerja.
“PLN berharap bantuan TJSL ini dapat dikelola dan dimanfaatkan secara optimal serta berkelanjutan, sehingga semakin banyak masyarakat, khususnya perempuan dan generasi muda, yang mendapatkan manfaat. Kami juga berharap Batik Tin Gundih dapat terus tumbuh menjadi salah satu pusat edukasi batik yang membanggakan di Surabaya, sekaligus menjadi contoh bahwa kolaborasi antara PLN dan masyarakat dapat melahirkan manfaat yang berkelanjutan,” terangnya.
Melalui program TJSL tersebut, PLN UIT JBM memberikan dukungan berupa sarana dan prasarana penunjang galeri, perbaikan fasilitas galeri, serta peralatan membatik dan menjahit berbasis elektrik yang akan dikelola dan dimanfaatkan oleh Batik Tin Gundih.
Dukungan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi, kenyamanan pengunjung, serta kualitas layanan wisata edukasi batik.
Sehingga, program ini menjadi bagian dari upaya PLN dalam mendorong pemberdayaan perempuan, penguatan UMKM, pelestarian budaya lokal, dan pengembangan ekonomi kreatif masyarakat.
“Tidak hanya berorientasi pada peningkatan produktivitas, program tersebut juga diarahkan untuk memastikan keberlanjutan Batik Tin Gundih sebagai ruang produksi, pembelajaran, dan edukasi batik yang dapat diakses oleh masyarakat serta generasi muda,” jelas Ika.
Sementara itu, penyerahan bantuan TJSL tersebut dihadiri oleh Senior Manager Perencanaan PLN UIT JBM sekaligus Champion Srikandi, Titi Murdiyati, serta perangkat Kecamatan Bubutan dan Kelurahan Gundih.
Ketua Batik Tin Gundih, Purwanti, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan yang diberikan PLN UIT JBM.
Menurutnya, keberadaan Batik Tin Gundih berawal dari semangat para perempuan untuk berdaya sekaligus berkontribusi terhadap perekonomian keluarga dan pelestarian budaya.
“Batik Tin Gundih dibangun dari mimpi sederhana para perempuan hebat yang ingin membantu ekonomi keluarga, melestarikan budaya, sekaligus membuktikan bahwa perempuan mampu berdaya dari rumah. Melalui tema Women Support Women, kami merasakan bagaimana mimpi tersebut mendapatkan dukungan nyata dari PLN,” tuturnya.
Menurut Titi, melalui program Srikandi Movement Women Support Women, PLN ingin mendorong perempuan agar semakin berdaya, mandiri, dan mampu mengembangkan potensi yang dimiliki.
“Batik Tin Gundih memiliki potensi besar, tidak hanya dalam menghasilkan produk batik, tetapi juga sebagai ruang edukasi dan pelestarian budaya bagi generasi muda. Kami berharap dukungan ini dapat menjadi bagian dari perjalanan Batik Tin Gundih untuk terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas,” ujarnya.
Sementara itu, apresiasi serupa disampaikan Lurah Gundih, Christiono, S.H, batik Tin Gundih selama ini telah menjadi salah satu destinasi bagi wisatawan, termasuk wisatawan mancanegara, yang ingin mengenal dan belajar membatik secara langsung.
“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan TJSL PLN UIT JBM. Bantuan ini sangat berarti untuk mengembangkan dan melengkapi berbagai aspek di Batik Tin Gundih, sehingga wisatawan yang datang untuk berkunjung maupun belajar membatik dapat merasa lebih nyaman,” pungkas Christiono.
Berdiri sejak Desember 2021, Batik Tin Gundih merupakan UMKM yang bergerak di bidang produksi batik sekaligus wisata edukasi batik.
Seiring perkembangannya, Batik Tin Gundih tidak hanya menghasilkan produk batik, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi masyarakat untuk mengenal proses membatik dan memahami nilai budaya yang terkandung di dalamnya.
Champion Srikandi PLN UIT JBM, Titi Murdiyati, menyampaikan bahwa pelaksanaan program TJSL merupakan bagian dari komitmen PLN untuk terus hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar wilayah kerja perusahaan.
Melalui program tersebut, PLN UIT JBM menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menjalankan peran dalam menjaga keandalan sistem penyaluran tenaga listrik, tetapi juga menghadirkan Creating Shared Value (CSV) melalui program pemberdayaan yang memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat.
Sinergi bersama Batik Tin Gundih diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam menciptakan perempuan yang semakin berdaya, UMKM yang semakin mandiri, serta budaya lokal yang terus lestari. [riq]


