Pemkab Tulungagung, Bhirawa. – Pemkab Tulungagung belum mengajukan anggaran dana cadangan pemilihan kepala daerah (pilkada) Tulungagung tahun 2029. Rencananya, pengajuan dana cadangan yang biasanya dilakukan dengan mekanisme melalui peraturan daerah tersebut baru akan dilakukan pada tahun 2028.
“Untuk dana pilkada kita siapkan setelah tahun 2027. Yakni di APBD murni tahun 2028,” ujar Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin.
Menurut dia, di tahun 2026 dan tahun 2027, Pemkab Tulungagung fokus untuk pembiayaan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak dan gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXII tingkat Provinsi Jawa Timur yang keduanya akan dilaksanakan pada tahun 2027. “Jadi untuk sementara kami menyiapkan dana untuk pilkades serentak dan MTQ tingkat Jatim,” terangnya.
Pada Pilkada Tulungagung tahun 2024 silam, Pemkab Tulungagung dan DPRD Tulungagung sepakat menyisihkan anggaran untuk perhelatan pilkada tersebut sejak tiga tahun sebelum pelaksanaan. Mereka mulai mempersiapkan dana cadangan untuk pilkada mulai tahun 2021.
Sebelumnya, Plt Bupati Baharudin membeberkan jika Pemkab Tulungagung saat ini tengah menyiapkan dana untuk penyelenggaraan pilkades serentak dan MTQ XXXII tingkat Jawa Timur pada tahun 2027 mendatang. Anggaran yang disiapkan mencapai sekitar Rp 50 miliar.
Ia pun menyebut sudah melakukan pencadangan anggaran untuk penyelenggaraan dua acara besar itu. “Pencadangan di tahun 2026 ini dan anggaran tambahan di tahun 2027,” ujarnya.
Selanjutnya, Plt Bupati Baharudin mengatakan anggaran untuk pilkades serentak dan MTQ XXXII tingkat jawa Timur berasal dari APBD Kabupaten Tulungagung. “Dari APBD murni. Bukan PAK (Perubahan Anggaran Keuangan),” terangnya.
Sementara itu, Sekda Tulungagung, Tri Hariadi, menambahkan penyelenggaraan pilkades serentak diperkirakan akan memakan biaya sekitar Rp 30 miliar. Sedang untuk MTQ, diperkiraan membutuhkan biaya sekitar 20 miliar, termasuk pendukung persiapan fisik di Stadion Rejoagung sebesar Rp 10 miliar dan kegiatan yang di lewatkan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kabupaten Tulungagung sekitar Rp 8 miliar.
“Jadi secara keseluruhan untuk biaya dua kegaiatan besar tahun depan sekitar Rp 50 miliar,” pungkasnya. (wed.hel)

