27 C
Sidoarjo
Tuesday, September 1, 2026
spot_img

30 Sekolah di Kota Kediri Didorong Terapkan Deep Learning


Kediri, Bhirawa – Sebanyak 30 lembaga pendidikan di Kota Kediri mendapat pendampingan untuk menerapkan konsep sekolah sehat dan ramah anak yang dipadukan dengan pembelajaran mendalam atau deep learning. Program tersebut diinisiasi Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri dengan dukungan Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Kediri.

Kepala Dindik Kota Kediri Mandung Sulaksono mengatakan, pendampingan tersebut diharapkan tidak berhenti pada 30 lembaga yang menjadi peserta. Setelah mendapatkan bimbingan teknis, masing-masing sekolah diminta mengimbaskan praktik baik yang diperoleh kepada satuan pendidikan lainnya.

“Program ini menyasar tiga puluh lembaga pendidikan yang terpilih untuk mendapatkan pendampingan. Setelah mengikuti bimbingan teknis, lembaga-lembaga tersebut memiliki kewajiban untuk melakukan pengimbasan kepada lembaga pendidikan lainnya, terutama terkait praktik baik penerapan sekolah sehat, ramah anak, aman dan nyaman dalam rangka pembelajaran mendalam,” kata Mandung, Senin (31/8).

Menurut dia, penerapan pembelajaran mendalam penting dilakukan karena proses belajar tidak semata-mata mengejar penyampaian materi. Peserta didik diharapkan mampu memahami materi secara lebih mendalam melalui pembelajaran yang menyenangkan dan memiliki nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Pembelajaran di kelas tidak hanya sekadar menyampaikan materi. Bagaimana materi itu disampaikan secara mendalam, menyenangkan, dan penuh nilai yang bisa diberikan kepada siswa. Ini yang harus kita dorong,” ujarnya.

Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah STEAM, yakni Science, Technology, Engineering, Art, dan Mathematics. Pendekatan ini memungkinkan guru menggabungkan berbagai bidang dalam satu tema sehingga pengalaman belajar peserta didik menjadi lebih utuh dan kontekstual.

Berita Terkait :  Pemkot Batu akan Perbaiki Sarpras Kesenian Lestarikan Budaya Nusantara

Mandung berharap penerapan pembelajaran mendalam dapat dilakukan secara menyeluruh di satuan pendidikan Kota Kediri. Menurutnya, pendampingan yang dilakukan UNP Kediri dapat membantu sekolah memperkuat kapasitas dalam menerapkan konsep tersebut.

Sementara itu, Kaprodi PG PAUD UNP Kediri Anik Lestariningrum mengatakan, pendampingan telah berlangsung sekitar satu bulan. Komunikasi antara tim pendamping dan peserta dilakukan secara intensif, salah satunya melalui grup WhatsApp.

Anik menegaskan, pembelajaran bermakna tidak cukup hanya dengan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Sekolah juga harus memenuhi aspek kesehatan, keamanan, kenyamanan dan inklusivitas bagi anak.

“Tujuan kami adalah mewujudkan pembelajaran yang bermakna. Jadi tidak hanya sekadar pembelajaran di PAUD yang menyenangkan dengan ice breaking, tepuk tangan atau bernyanyi. Lebih dari itu, kami ingin menyiapkan sekolah yang benar-benar memiliki standar yang layak untuk anak, mulai dari kriteria sehat, aman, nyaman, inklusif, sampai pada pembelajaran yang bermakna, berkesadaran, dan menyenangkan,” jelasnya.

Dalam rangkaian pendampingan, peserta juga diminta menunjukkan praktik baik yang telah diterapkan di sekolah masing-masing. Praktik tersebut dituangkan dalam video yang terbagi dalam dua kategori, yakni Inspirasi Guru PAUD serta Best Practice Implementasi Sekolah Sehat dan Sekolah Ramah Anak Berbasis Deep Learning.

Puncak pendampingan digelar Senin (31/8) melalui bimbingan teknis dan penyampaian materi oleh narasumber. Kegiatan tersebut sekaligus dirangkai dengan pemberian penghargaan kepada peserta yang dinilai memiliki praktik baik.

Berita Terkait :  MKKS SMP Pamekasan Gandeng Tim Saberpungli dan FWP Gelar FGD

Anik menambahkan, keberhasilan penerapan pembelajaran mendalam tidak dapat dibebankan hanya kepada guru dan kepala sekolah. Peran orang tua, masyarakat dan perangkat daerah juga dibutuhkan untuk membangun ekosistem pendidikan yang mendukung.

“Di dalam salah satu indikator pembelajaran mendalam terdapat bagaimana kemitraan harus terjalin. Hal tersebut juga menjadi bagian dari indikator sekolah sehat dan sekolah ramah anak. Jadi ketika guru dan kepala sekolah tidak mampu sendiri, ada wali murid, masyarakat, dan dinas terkait yang bisa digandeng,” terangnya.

Untuk mengetahui perkembangan pemahaman peserta, tim pendamping melakukan evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasilnya, sekitar 80 persen peserta dinilai telah memahami konsep sekolah sehat dan sekolah ramah anak berbasis pembelajaran mendalam.

Anik berharap praktik baik yang lahir dari pendampingan 30 lembaga tersebut dapat terus ditularkan kepada sekolah lain. Dengan demikian, dampak program tidak hanya dirasakan oleh peserta pendampingan, tetapi meluas ke satuan pendidikan lainnya di Kota Kediri. [van.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!