26.7 C
Sidoarjo
Tuesday, July 28, 2026
spot_img

Menteri PPA Tindaklanjuti Suara Anak Indonesia Jawa Timur dengan Kebijakan

Sembilan Pesan dan Harapan Anak Jawa Timur untuk Indonesia yang Lebih Ramah

Suara lantang dua anak Jawa Timur menggema di hadapan ratusan peserta dan para pemangku kebijakan. Bukan suara yang meminta hadiah atau hiburan. Yang mereka sampaikan adalah harapan tentang masa depan, keamanan, kenyamanan hingga lingkungan yang sehat. Muhammad Dharmawangsa Putra dan Kichi Prameswari, dua perwakilan Forum Anak Kota Surabaya, membacakan Suara Anak Jawa Timur pada puncak Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Jawa Timur Tahun 2026. Di balik setiap kalimat yang mereka bacakan, tersimpan kegelisahan sekaligus harapan ribuan anak di Jawa Timur.

Oleh :
Diana Rahmatus, Kab Pasuruan

Momentum Hari Anak tahun ini bukan sekadar panggung perayaan. Kegiatan ini menjadi ruang bagi anak-anak untuk menegaskan bahwa mereka bukan hanya penerima kebijakan, melainkan bagian dari pembangunan bangsa yang berhak didengar.

Satu per satu aspirasi disampaikan. Mereka meminta pemerintah menghapus stigma negatif terhadap anak dan membuka ruang partisipasi yang lebih luas. Mereka ingin perlindungan di ruang digital diperkuat agar anak-anak terbebas dari ancaman judi daring, pornografi, dan berbagai konten berbahaya. Mereka berharap sekolah, keluarga, dan pemerintah bergandengan tangan mencegah perundungan dan kekerasan terhadap anak.

Tak berhenti di situ, mereka juga menyuarakan pentingnya layanan konseling dan kesehatan mental, penanganan serius terhadap paparan rokok, pemerataan akses gizi dan pendidikan, ruang budaya yang ramah anak, hingga penegakan hukum terhadap eksploitasi anak.

Berita Terkait :  Dindik Jatim Apresiasi 50 Karya Terbaik EJIES 2026

Aspirasi itu lahir dari pengalaman nyata yang mereka lihat dan rasakan. Tentang teman yang menjadi korban perundungan, anak yang masih kesulitan mengakses pendidikan, hingga keresahan menghadapi derasnya arus dunia digital. Yang menarik, suara itu tidak berhenti sebagai seremoni.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Arifatul Choiri Fauzi, memastikan setiap aspirasi anak akan dikawal hingga ke meja para pengambil kebijakan. Kementerian PPPA akan mempertemukan Forum Anak Nasional dengan berbagai kementerian, mulai dari Kementerian Agama, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, hingga kementerian lainnya.

Anak-anak akan diberi ruang menyampaikan langsung persoalan yang mereka hadapi, sekaligus diajak merumuskan solusi bersama.

“Anak-anak tidak hanya menyampaikan aspirasi, tetapi juga akan dilibatkan dalam mencari solusi bersama kementerian dan lembaga terkait,” ujar Arifatul.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang dinilai berhasil menghadirkan kolaborasi lintas perangkat daerah dalam perlindungan anak. Menurutnya, persoalan pemenuhan hak anak tidak mungkin diselesaikan oleh satu sektor saja, melainkan membutuhkan komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan.

Pada kesempatan itu, Arifatul turut mengapresiasi hadirnya layanan Perisai, sebuah layanan yang disediakan Pemprov Jawa Timur untuk memudahkan masyarakat melaporkan kasus kekerasan sehingga korban dapat segera memperoleh perlindungan dan pendampingan.

Di tengah berbagai prestasi yang diraih Jawa Timur, Arifatul mengingatkan bahwa tantangan terbesar anak-anak masa kini justru hadir di ruang digital. Karena itu, keluarga harus menjadi tempat yang hangat dan komunikatif, sementara dunia digital harus menjadi ruang yang aman bagi tumbuh kembang anak.

Berita Terkait :  SMAN 1 Suboh Sukses Antarkan 20 Siswanya Lolos PTN Ternama SNBP 2025

Pesan itu sejalan dengan tema Hari Anak Nasional 2026, “Sayang Anak, Lindungi untuk Membangun Masa Depan Indonesia.”

Bagi Arifatul, memenuhi hak anak dan melindungi mereka bukan sekadar kewajiban hari ini, melainkan investasi untuk menyiapkan Generasi Emas Indonesia 2045.

Sementara bagi anak-anak Jawa Timur, Hari Anak tahun ini meninggalkan pesan sederhana namun kuat, yakni mereka telah menyampaikan suara. Kini, mereka berharap orang-orang dewasa benar-benar mendengar, lalu bergerak bersama mewujudkannya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan (DP3AK) Jawa Timur, Sufi Agustini, menegaskan anak merupakan generasi penerus bangsa yang memiliki hak untuk hidup, tumbuh, berkembang, berpartisipasi, serta memperoleh perlindungan. Karena itu, pemenuhan hak dan perlindungan anak menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

Menurutnya, upaya mewujudkan perlindungan anak tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, melainkan memerlukan sinergi antara pemerintah, keluarga, sekolah, masyarakat, dunia usaha dan dunia industri (DUDI), serta media.

“Anak merupakan generasi penerus bangsa yang memiliki hak untuk hidup, tumbuh, berkembang, berpartisipasi, dan mendapatkan perlindungan. Pemenuhan hak dan perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi seluruh pihak,” ujarnya.

Sufi menjelaskan, peringatan Hari Anak Nasional menjadi momentum untuk memperkuat komitmen dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan pemenuhan hak anak, memberikan perlindungan khusus bagi anak yang membutuhkan, serta menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah anak.

Berita Terkait :  Melihat Olahan Ketan Durian Wonosalam ala Sengon Jombang

Ia berharap sinergi yang terus dibangun dapat mendukung tumbuh kembang anak secara optimal sekaligus mempersiapkan generasi yang berkualitas sebagai penerus pembangunan bangsa menuju Indonesia Emas 2045. [ina]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!