Kerja Bakorwil III Malang dan Pemkab Malang
Kab Malang, Bhirawa – Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) III Malang bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang memperkuat sinergi untuk mempercepat pembangunan Koridor Selatan Jawa Timur (Jatim), sebagai kawasan strategis dan pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi antara Kepala Bakorwil III Malang Asep Kusdinar dan Bupati Malang HM Sanusi di Rumah Dinas Bupati Malang.
Kepala Bakorwil III Malang Asep Kusdinar, Selasa (28/7), kepada wartawan mengatakan, bahwa Kabupaten Malang memiliki posisi strategis dalam pengembangan Koridor Selatan Jatim.
Sehingga potensi di sektor pertanian, perikanan, perkebunan, pariwisata, hingga industri kreatif dinilai perlu dikembangkan secara terpadu melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, dan masyarakat. Karena potensi Kabupaten Malang sangat besar dan perlu diorkestrasi agar memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
“Oleh karena itu, Bakorwil akan terus mengawal sinergi pembangunan agar program berjalan lebih cepat dan terintegrasi,” ucapnya.
Dia menegaskan, Bakorwil III Malang akan mengawal sinkronisasi program pembangunan di Kabupaten Malang dengan prioritas Pemprov Jatim. Dirinya juga menilai bahwa sektor pariwisata dapat menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah.
Karena potensi alam Kabupaten Malang yang meliputi pegunungan, pantai, sungai, dan pedesaan perlu dikembangkan menjadi destinasi wisata unggulan melalui peningkatan aksesibilitas, infrastruktur, produk UMKM, hingga strategi promosi yang terintegrasi.
“Komitmen bersama untuk memperkuat sinergi dalam percepatan pembangunan Koridor Selatan Jatim, termasuk penyelesaian Jalan Lintas Selatan (JLS), pengembangan Pelabuhan Sendangbiru, pembangunan Tol Malang-Kepanjen, peningkatan sektor pendidikan dan layanan publik, serta optimalisasi potensi pariwisata sebagai penggerak ekonomi daerah,” pungkas Asep.
Sementara itu, Bupati Malang HM Sanusi menyampaikan sejumlah usulan prioritas kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim. Salah satunya adalah revitalisasi Pelabuhan Sendangbiru, yang berada di wilayah Kecamatan Sumbermanjing Wetan.
Revitalisasi diperlukan agar mampu melayani kapal berukuran besar, sehingga dapat mendorong sektor perikanan, logistik, dan pariwisata.
Selain itu, Pemkab Malang juga meminta dukungan pengembangan kawasan wisata Pantai Malang Selatan yang masih terkendala status pengelolaan lahan Perusahaan Umum (Perum) Perhutani. Untuk itu, Pemkab Malang akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Kehutanan untuk mencari solusi yang tetap menjaga kelestarian lingkungan.
“Kami juga mengusulkan percepatan sertifikasi kawasan wisata Pantai Balekambang sebagai dasar pengembangan destinasi wisata. Dan Pantai Ngliyep yang kini mulai menarik minat investor untuk pengembangan kawasan wisata bertaraf internasional,” tuturnya.
Sanusi mengatakan, ada sejumlah proyek strategis daerah, diantaranya pembangunan Sekolah Taruna Nusantara di wilayah Kecamatan Pagak, pengembangan Kampus Universitas Brawijaya (UB) Malang di wilayah Kecamatan Kepanjen, pembangunan Sekolah Rakyat di wilayah Kecamatan Dampit, rencana pembangunan Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang dan Rumah Sakit Bhayangkara di wilayah Kecamatan Turen, serta peningkatan kapasitas Jalan Gondanglegi-Balekambang.
“Kabupaten Malang juga memiliki potensi garam industri dengan kadar NaCl sebesar 97 persen yang dinilai berpeluang menjadi komoditas bernilai ekonomi tinggi,” paparnya. [cyn.gat]


