30.6 C
Sidoarjo
Tuesday, July 28, 2026
spot_img

Berdayakan Ekonomi Nelayan, Bupati Ajak Warga Bersihkan Tumpukan Sampah di Pesisir Laut Besuki

Situbondo, Bhirawa – Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo menghadiri kegiatan Petik Laut di Dusun Pesisir Lor, Desa Pesisir, Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo menyoroti persoalan tumpukan sampah di kawasan tersebut, Selasa ( 28/7).

Bahkan pria nomor satu dilingkungan Pemkab Situbondo itu juga menghimbau warga meningkatkan pemberdayaan ekonomi nelayan disela ajakan membersihkan tumpukan sampah di kawasan pesisir laut Besuki.

Dalam kesempatan itu, bupati yang akrab disapa Mas Rio tersebut mengaku sengaja datang tidak hanya untuk menghadiri tradisi tahunan petik laut masyarakat nelayan, tetapi juga membawa misi khusus terkait kebersihan lingkungan.

“Saya diundang dan memang ingin datang karena membawa misi. Tradisi petik laut ini biasa dilakukan masyarakat pesisir Jawa-Madura. Tapi saya juga ingin mengajak masyarakat lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan,” kata Mas Rio.

Kondisi pesisir yang masih dipenuhi sampah ini, kata Mas Rio, meskipun upaya pembersihan telah dilakukan berulang kali oleh pemerintah daerah. Namun, masih saja sampah-sampah itu menunpuk.

“Coba lihat, ini masih kotor sekali. Kita sudah berkali-kali membersihkan wilayah pesisir Besuki ini, tapi belum maksimal. Artinya, mindset masyarakat masih belum berubah masalah kebersihan lingkungan hidup,” tutur Mas Rio.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, imbuh Mas Rio, Pemerintah Kabupaten Situbondo berencana membangun fasilitas Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di kawasan pesisir pada tahun ini. “Sementara tahap awal, akan disediakan satu unit TPS berkapasitas besar,” jelasnya.

Berita Terkait :  UPT PSBR Bojonegoro Gelar Sosialisasi Layanan di Balai Desa Trucuk

Mas Rio juga mengaitkan pentingnya menjaga lingkungan hidup dengan makna spiritual dalam tradisi petik laut. Karena tradisi tersebut tidak hanya sekadar ritual melarung sesaji, tetapi juga harus dimaknai sebagai bentuk tanggung jawab menjaga alam bersama.

“Masyarakat melakukan petik laut untuk mencari keberkahan, penghidupan, dan rezeki dari laut. Tapi kalau tidak menjaga bumi, pasti akan ada dampak negatif. Ini harus jadi kesadaran bersama,” ungkap  Mas Rio.

Untuk itu, Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama dan guru ngaji, untuk bersama-sama menanamkan kesadaran menjaga kebersihan lingkungan. “Petik laut harus punya dimensi lain, bukan hanya seremoni, tapi juga membangun kesadaran lingkungan,” ajaknya.

Sementara itu, Kepala Desa Pesisir, Kecamatan Besuki, Ahmadi, menjelaskan bahwa tradisi petik laut merupakan bentuk syukur masyarakat atas rezeki yang diberikan Tuhan melalui hasil laut.

“Tujuannya untuk mensyukuri nikmat dari Allah SWT dan berharap rezeki di laut semakin bertambah,” ujarnya.

Dalam tradisi tersebut, masyarakat melarung “gitek” atau perahu berisi sesaji, termasuk kepala sapi dan hasil bumi. Nilai total sesaji yang dilarung diperkirakan mencapai sekitar Rp6 juta.

Ahmadi juga mengakui persoalan sampah di wilayahnya cukup kompleks. Selain berasal dari aktivitas warga, sampah juga terbawa arus sungai Kalianget dan bermuara di kawasan pesisir.

“Untuk mengatasi itu, memang butuh kesadaran masyarakat. Selain itu, kami juga sangat berharap adanya fasilitas tempat sampah seperti yang disampaikan Bupati,” papar Ahmadi.

Berita Terkait :  Himakota Untag Surabaya Jalin Sinergi Lintas Kampus Ilmu Komunikasi

Ahmadi menambahkan, keterbatasan akses jalan menjadi kendala dalam pengelolaan sampah di wilayahnya. Selama ini, sampah kerap dikumpulkan sementara sebelum akhirnya terbawa arus saat air pasang.

Ke depan, sambung Ahmadi, pemerintah desa berencana mengajak masyarakat menggelar kerja bakti secara rutin, meskipun aktivitas melaut warga menjadi tantangan tersendiri dalam menentukan waktu yang tepat. “Kalau ada tempat penampungan, insya Allah masalah sampah di pesisir bisa lebih teratasi,” pungkas Ahmadi.  [awi.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!