27.2 C
Sidoarjo
Sunday, July 26, 2026
spot_img

Ketua DPRD Surabaya Gelar Silaturahmi dengan Camat, Lurah, dan RW

Surabaya, Bhirawa. – Ketua DPRD Kota Surabaya, Syaifuddin Zuhri, S.Sos. menggelar silaturahmi dengan seluruh RW, Lurah dan Camat se-Kecamatan Benowo dan Pakal di Rumah Dinas, Jl Porong, Surabaya, Sabtu (25/7/2026) malam.

Seluruh undangan terlihat hadir tanpa terkecuali. Para tokoh masyarakat pun turut menyuarakan persoalan dan harapan warga di wilayah masing-masing. Tak pelak, pertemuan pun menjadi dialog dua arah yang produktif.

Silaturahim yang bakal digelar secara rutin dan bergilir untuk setiap kecamatan dengan melibatkan para pemangku kepentingam tersebut, menjadi ajang memperkuat sinergitas guna menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.

Ketua DPRD Surabaya, Syaifuddin Zuhri mengatakan, silaturahim semacam itu akan digelar bergiliran. “Malam ini Kecamatam Pakal dan Benowo, setelah itu kita agendakan kecamatan dan kelurahan lain, tinggal disusun jadwalnya,” ujar Kaji Ipuk,-sapaan akrabnya.

Dia mengatakan, dalam pertemuan banyak sekali suara-suara akar rumput tentang program-program Pemerintah Kota Surabaya yang perlu didengar dan dicarikan solusi.

Beragam masukan dari masyarakat Pakal dan Benowo diantaranya persoalan parkir sampah, sekolah dan beragam persoalan lainya.

“Ini perlu direspon cepat sehingga program -program Pemkot yang sedang dijalankan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama jajaranya bisa terlaksana dengan baik dan lancar ,” katanya.

Kaji Ipuk menambahkan, perlu kolaborasi yang kuat dan intens dengan berbagai elemen masyaralat dalam menjalankan program yang sudah direncanakan. Sebab kata dia, membangun kota agar lebih baik tidak bisa dilakukan sendiri olah jajaran pemkot.

Berita Terkait :  Meski Turun Hujan, BPBD Bojonegoro Masih Droping Air Bersih

“Perlu kerjasama dan partisipasi warga agar program pembangunan berjalan seiring sejalan antara pemkot dan masyarakat,” katanya.

Dalam pertemuan, warga RW 5 di Kelurahan Sememi, menyuarakan keresahan lama soal Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang setiap tahun menjadi sumber masalah akibat tumpukan sampah yang tak terkelola dengan baik.

Warga meminta adanya relokasi TPS ke lokasi yang lebih layak.

Sementara itu, warga RW 3 Kelurahan Benowo mengangkat dua isu yang menyentuh hajat hidup banyak orang yakni kebutuhan akan SMA Negeri di wilayah tersebut, serta ketiadaan Gedung Serba Guna sebagai ruang berkumpul warga.

Menanggapi persoalan TPS, Kaji Ipuk menegaskan bahwa koordinasi dengan Camat setempat telah berjalan. Terutama, kata dia, terkait status lahan yang saat ini masih berstadus tanah negara.

Ia juga membuka opsi pemanfaatan area waduk di belakang lokasi sebagai alternatif solusi. “Waduk di belakang lokasi TPS bisa dimanfaatkan, tinggal nanti dirancang regulasinya seperti apa dan ini masukan yang cukup kongkret,” kata dia.

Dari kelurahan yang sama, persoalan IPT (Izin Pemanfaatan Tanah) turut disampaikan. Ketua DPRD bergerak cepat dengan meminta salinan dokumen IPT segera diserahkan langsung kepadanya untuk ditindaklanjuti.

Sementara itu, terkait kebutuhan SMA di Kelurahan Benowo, Syaifuddin Zuhri mengakui ini adalah persoalan bersama yang membutuhkan perhatian serius.

Ia menjelaskan bahwa kewenangan SMA berada di tangan Provinsi, dan saat ini arahan Gubernur adalah memaksimalkan kapasitas gedung sekolah yang telah ada.

Berita Terkait :  Polres dan Pemkab Pasuruan Blokade Ruang Gerak Pengedar Rokok Ilegal

Adapun soal Gedung Serba Guna, ia mendorong agar ketersediaan lahan dikaji terlebih dahulu. Dia mengingatkan bahwa banyak lahan bosem di wilayah tersebut difungsikan sebagai area serapan dan penampungan air yang tidak bisa diganggu gugat.

Di penghujung acara, Kaji Ipuk berharap pertemuan seperti ini bukan yang pertama dan tidak akan menjadi yang terakhir.

“Harapan saya, dengan adanya pertemuan ini, terbukalah pintu koordinasi antar wilayah yang lebih mudah, lebih cepat, dan lebih nyata – agar kita bisa bersama-sama membangun Kota Surabaya yang lebih baik,” ujarnya.

Menurutnya, silaturahim semacam ini menjadi bukti bahwa gedung dewan bukan satu-satunya tempat aspirasi warga bisa didengar.

“Terkadang, meja makan di rumah dinas pun bisa menjadi meja kebijakan yang paling demokratis, rumah dinas terbuka lebar,” tandanya. [dre.hel]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!