27.2 C
Sidoarjo
Sunday, July 26, 2026
spot_img

Untag Kenalkan Sejarah dan Nilai Kebangsaan pada Maba


Surabaya, Bhirawa – Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya mengajak mahasiswa baru mengenal lebih dekat identitas kampus yang dikenal sebagai Kampus Merah Putih sebelum pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026.

Melalui pengenalan sejarah, nilai-nilai kebangsaan, hingga budaya akademik, Untag Surabaya menegaskan komitmennya membentuk lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter dan berjiwa patriotism, Sabtu (25/7).

Rektor Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Dr. Harjo Seputro, S.T., M.T., mengukapkan nama Universitas 17 Agustus 1945 dipilih sebagai pengingat momentum bersejarah kemerdekaan Indonesia, berdirinya Untag Surabaya tidak terlepas dari gagasan Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, yang menginginkan hadirnya lembaga pendidikan untuk mencetak generasi penerus dengan semangat kebangsaan dan siap membangun bangsa.

“Untag Surabaya berawal dari Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 (YPTA) yang didirikan pada 17 Agustus 1954 oleh para tokoh nasionalis, sebagai cara mencerdaskan kehidupan bangsa setelah masa penjajahan, perjalanan perguruan tinggi dimulai melalui pembukaan Akademi Administrasi Negara dan Niaga (AANN) pada 10 November 1958 dengan 80 mahasiswa, sempat menjadi cabang Untag Jakarta, hingga akhirnya resmi berdiri sebagai institusi mandiri di bawah naungan YPTA Surabaya pada 1966,” ungkapnya.

Lanjut Harjo menceritakan identitas Kampus Merah Putih tidak sekadar julukan, tetapi jadi landasan dalam penyelenggaraan pendidikan dan kehidupan akademik di Untag Surabaya. “Identitas Kampus Merah Putih jadi nilai yang diimplementasikan proses pendidikan hingga budaya akademik di lingkungan kampus, jelasnya.

Berita Terkait :  Remaja Sidoarjo dapat Pembinaan Menolong Penderita Serangan Jantung

Harjo menjelaskan Implementasi nilai patriotisme diwujudkan melalui berbagai program kampus, seperti mata kuliah Patriotisme yang wajib diikuti seluruh mahasiswa, mata tersebut dirancang memperkuat karakter, integritas, serta semangat nasionalisme mahasiswa sejak awal menempuh pendidikan.

“Budaya cinta tanah air juga diterapkan sehari-hari di lingkungan kampus, setiap pukul 10.00 WIB, seluruh sivitas akademika menyanyikan lagu Indonesia Raya sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai perjuangan bangsa, momen tertentu, mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan juga mengenakan pakaian adat sebagai wujud penghargaan terhadap keberagaman budaya Indonesia,” katanya.

Seluruh sivitas akademika didorong mengamalkan lima basis nilai Untag Surabaya, yakni kebangsaan, kejujuran, kecerdasan, keberagaman, dan kreativitas. Kelima nilai tersebut menjadi pedoman dalam proses pembelajaran, organisasi kemahasiswaan, hingga interaksi di lingkungan kampus.

“Kampus telah menyiapkan berbagai sarana, prasarana, dan program agar lima basis nilai tersebut dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Harjo.

Harjo mengingatkan pada calon mahasiswa baru memanfaatkan masa studi sebagai kesempatan membangun karakter sekaligus meningkatkan kapasitas diri. “Calon mahasiswa baru inilah tanggung jawab karakter yang harus kalian emban, rajinlah belajar dan terapkan lima basis nilai Untag Surabaya dalam kehidupan sehari-hari, karakter yang kuat dan semangat patriotisme, saya yakin kalian akan mampu menjadi lulusan yang unggul serta siap berkontribusi bagi bangsa,” imbuhnya. [ren.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!