27.2 C
Sidoarjo
Sunday, July 26, 2026
spot_img

Lestarikan Budaya Lokal, Pemkab Sumenep Gelar Macopat


Sumenep, Bhirawa – Pemkab Sumenep menggelar Festival Macopat 2026. Hal itu dilakukan sebagai upaya pelestarian budaya lokal di tengah arus modernisasi. Melalui kegiatan tersebut, seni tutur warisan leluhur itu tetap hidup dan dikenal oleh generasi muda.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan, seni Macopat merupakan warisan budaya adiluhung yang memiliki nilai sejarah, moral, dan spiritual sehingga keberadaannya perlu dijaga bersama. “Kabupaten Sumenep sangat kaya akan warisan tradisi, seni, dan budaya. Salah satu warisan adiluhung yang wajib kita jaga bersama adalah seni Macopat,” kata kata Fauzi, Minggu (26/7).

Menurutnya, Macopat bukan sekadar kesenian tradisional yang dipentaskan sebagai hiburan. Setiap bait tembang Macopat mengandung pesan kehidupan yang mengajarkan etika, budi pekerti, spiritualitas, serta falsafah hidup masyarakat Sumenep. “Macopat bukan sekadar tontonan atau hiburan semata. Di dalam setiap bait tembang Macopat terkandung tuntunan hidup, nilai moral, spiritual, serta falsafah hidup masyarakat Sumenep yang sangat mendalam,” ujarnya.

Bupati Sumenep dua periode itu menjelaskan, Festival Macopat 2026 memiliki tiga tujuan utama, yakni mempererat silaturahmi para pelestari Macopat lintas generasi, meningkatkan edukasi masyarakat mengenai seni tradisional, serta memperkuat identitas Kabupaten Sumenep sebagai daerah yang tetap menjaga nilai budaya di tengah perkembangan zaman.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Festival Macopat 2026, mulai dari pengisi acara, penampil seni Macopat, para siswa, hingga panitia. “Kegiatan seperti ini membutuhkan orang yang peduli terhadap budaya agar tetap terjaga,” tegasnya.

Berita Terkait :  Pemkot Kediri Sosialisasi Tahapan SPMB SMA/SMK 2026 ke Sekolah

Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan Macopat sebagai bagian dari identitas budaya Sumenep agar tetap hidup dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya. “Jangan sampai punah, kita lestarikan bersama agar budaya tradisional ini tetap diketahui oleh generasi berikutnya,” tukasnya. [sul.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!