31.6 C
Sidoarjo
Sunday, July 26, 2026
spot_img

UPN Veteran Jawa Timur Perkuat Produksi Benih Jagung CV Mega Tani Mandiri Melalui Teknologi Mixing Terstandar

Nganjuk, Bhirawa

Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur terus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam mendorong peningkatan sektor pertanian melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat Implementasi Riset (PKM-IMRIS). Salah satu bentuk nyata kegiatan tersebut diwujudkan melalui penerapan teknologi mixing benih jagung terstandar di CV Mega Tani Mandiri, Kabupaten Nganjuk.

Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (21/7/2026) tersebut diikuti oleh tim pengabdian UPN “Veteran” Jawa Timur bersama pemilik serta seluruh karyawan CV Mega Tani Mandiri. Melalui program ini, perguruan tinggi menghadirkan solusi berbasis riset untuk menjawab kebutuhan peningkatan efisiensi produksi dan konsistensi mutu benih jagung. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara dunia akademik dengan pelaku usaha pertanian dalam menghadirkan inovasi yang dapat diterapkan secara langsung di lapangan.

Program PKM-IMRIS yang mengusung tema “Penguatan Sistem Produksi Benih Jagung melalui Implementasi Teknologi Mixing Terstandar” ini dilaksanakan sebagai respons terhadap kebutuhan peningkatan kualitas proses produksi benih jagung di tingkat industri lokal. Berdasarkan hasil identifikasi tim pengabdian, salah satu tahapan penting yang menjadi kendala dalam proses produksi CV Mega Tani Mandiri adalah kegiatan seed treatment, khususnya proses pencampuran bahan perlakuan benih.

Sebelum adanya penerapan teknologi baru, proses mixing masih dilakukan secara manual menggunakan wadah terbuka sehingga membutuhkan waktu lebih lama dan memiliki keterbatasan dalam menjaga keseragaman hasil pencampuran. Kondisi tersebut berpengaruh terhadap efisiensi tenaga kerja, kapasitas produksi harian, serta pengendalian mutu produk benih yang dihasilkan. Oleh karena itu, tim pengabdian UPN “Veteran” Jawa Timur menghadirkan intervensi teknologi berupa mesin mixing terstandar sebagai solusi peningkatan sistem produksi.  

Berita Terkait :  Ilmu Pengetahuan Wajib Digunakan untuk Kepentingan Manusia

Dalam kegiatan tersebut, tim pengabdian menyerahkan bantuan berupa mesin mixing benih jagung terstandar berkapasitas 100 kilogram per batch kepada CV Mega Tani Mandiri. Mesin tersebut menggunakan sistem penggerak berupa dinamo/motor listrik berkekuatan 3 HP yang dirancang untuk mendukung proses pencampuran benih secara lebih optimal. Selain memiliki kapasitas produksi yang lebih besar dibandingkan metode manual, mesin ini juga dilengkapi dengan drum berbahan stainless steel serta rangka baja yang mendukung ketahanan alat dalam penggunaan jangka panjang. Teknologi tersebut diharapkan mampu menghasilkan proses pencampuran yang lebih cepat, seragam, aman bagi operator, serta lebih mudah dalam melakukan pengawasan mutu produksi. Kehadiran alat ini menjadi bentuk implementasi hasil riset perguruan tinggi yang diarahkan untuk memberikan manfaat langsung bagi pelaku usaha pertanian.  

Ketua Tim Pengabdian UPN “Veteran” Jawa Timur, Dr. Risqi Firdaus Setiawan, SP., MP, bersama anggota tim yang terdiri dari Sofie Yunida Putri, S.E., M.Ak., Wiliandi Saputro, ST., M.Eng., Acynthia Ayu Wilasittha, S.E., M.S.A., Ak., serta mahasiswa Ibra Yoni Pratama Syaifullah dan Imroatul Khusnah Murdianto, turut memberikan pendampingan terkait penggunaan teknologi tersebut. Pendampingan dilakukan agar pihak CV Mega Tani Mandiri tidak hanya menerima bantuan alat, tetapi juga mampu mengoperasikan dan memanfaatkan teknologi secara berkelanjutan.

Tim pengabdian memberikan penjelasan mengenai tahapan penggunaan mesin mulai dari persiapan benih, pemeriksaan kondisi mesin, proses treatment, hingga evaluasi hasil pencampuran. Penerapan prosedur kerja yang tepat menjadi perhatian utama agar teknologi yang diberikan mampu menghasilkan peningkatan produktivitas sekaligus menjaga standar mutu benih jagung. Melalui pendekatan tersebut, kegiatan pengabdian tidak berhenti pada penyerahan alat, tetapi berlanjut pada proses transfer pengetahuan dan teknologi kepada mitra.  

Berita Terkait :  Berakhir 2026, UM Tak Perpanjang Pinjam Pakai Lahan SMP 4 dan SMA 8

Pemilik CV Mega Tani Mandiri menyampaikan apresiasi atas dukungan dan pendampingan yang diberikan oleh UPN “Veteran” Jawa Timur melalui program PKM-IMRIS tersebut. Menurutnya, teknologi mixing yang diberikan menjadi salah satu solusi penting dalam menghadapi tantangan produksi, terutama ketika kebutuhan pasar terhadap benih jagung terus meningkat.

Selama ini, proses pencampuran secara manual membutuhkan waktu dan tenaga lebih besar sehingga berpengaruh terhadap kapasitas produksi perusahaan. Dengan adanya mesin mixing terstandar, proses produksi diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan mampu menghasilkan benih dengan kualitas yang lebih konsisten. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia usaha ini dinilai menjadi langkah positif dalam mempercepat penerapan inovasi teknologi di sektor pertanian.

Melalui implementasi mesin mixing tersebut, program PKM-IMRIS UPN “Veteran” Jawa Timur menargetkan sejumlah peningkatan dalam sistem produksi CV Mega Tani Mandiri. Berdasarkan rancangan program, penggunaan teknologi baru diharapkan mampu mempercepat waktu proses mixing menjadi sekitar 7–10 menit per batch serta meningkatkan kapasitas produksi harian hingga lebih optimal.

Selain itu, penggunaan sistem pencampuran dengan wadah tertutup juga memberikan peningkatan aspek keselamatan kerja bagi operator karena dapat mengurangi risiko paparan langsung terhadap bahan treatment. Penerapan teknologi ini diharapkan mampu mendukung terciptanya proses produksi benih yang lebih modern, terdokumentasi, dan memenuhi prinsip pengendalian mutu. Dengan demikian, CV Mega Tani Mandiri dapat meningkatkan daya saing sebagai salah satu pelaku usaha benih jagung di wilayah Jawa Timur.  

Berita Terkait :  Inovasi Bisnis Generasi Z: Mahasiswa FIKOM UC Gelar Communication Venture Exhibition

Kegiatan pengabdian ini menjadi bukti komitmen UPN “Veteran” Jawa Timur dalam menjalankan peran perguruan tinggi sebagai pusat inovasi dan pemberdayaan masyarakat. Melalui pendekatan berbasis riset, perguruan tinggi tidak hanya menghasilkan kajian akademik, tetapi juga menghadirkan teknologi yang mampu menjawab kebutuhan nyata di masyarakat dan dunia industri.

Sinergi antara dosen, mahasiswa, dan mitra usaha menjadi bagian penting dalam menciptakan ekosistem inovasi yang berkelanjutan. Program PKM-IMRIS di CV Mega Tani Mandiri diharapkan dapat menjadi contoh penerapan teknologi tepat guna dalam mendukung kemajuan sektor pertanian nasional. Ke depan, kolaborasi serupa diharapkan terus berkembang untuk menghadirkan berbagai solusi inovatif yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.*wwn

Disusun Oleh :

  • Risqi Firdaus Setiawan
  • Sofie Yunida Putri
  • Wiliandi Saputro
  • Acynthia Ayu Wilasittha.

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!