Saat AMPAS persiapkan aksi demo ke PT GARAM di Kabupaten Sampang
Sampang, Bhirawa. – Tata kelola PT Garam milik negara yang berada di Kabupaten Sampang, tepatnya di desa Pangarengan, Kecamatan Pangarengan. Menuai sorotan masyarakat, salah satunya dari Aliansi masyarakat dan pemuda Sampang (AMPAS). Berdasarkan surat pemberitahuan pada pihak kepolisian setempat, AMPAS akan melakukan aksi besar-besaran senin 27 Juli 2026 mendatang, di depan kantor produksi Garam, di Camplong, Kabupaten Sampang.
Menurut Moh Agus Efendi SH, ketua umum AMPAS, ia membenarkan Senin lusa kami akan melakukan aksi demo pada PT Garam terkait managemen dan tata kelola garam di Kabupaten Sampang yang hanya menguntungkan segelintir orang, sedangkan petani garam asli di Sampang hingga saat ini jauh dari kesejahteraan. Sabtu (25/7/2026).
“Dari hasil kajian kami, setidaknya ada beberapa ketidak beresan tata kelola PT Garam yang statusnya milik pemerintah tidak terlalu berdampak pada kesejahteraan petani garam lokal. Salah satu contoh CSR PT Garam hingga saat ini tidak transparan, kemudian sewa lahan hanya dikuasai atau monopoli segelintir pengusaha garam saja, padahal sewa lahan garam nilainya cukup fantastis 1 hektare sewanya bisa mencapai Rp. 27 juta”.sebut Agus
Lanjut Agus target pemerintah pusat untuk swasembada pagan, apakah PT Garam sudah memenuhi target, sementara luas total lahan yang digarap PT Garam mencapai 1.074 hektare.
“Kami menilai buruknya managemen dan tata kelola PT Garam di Sampang tersebut, perlu dikontrol dan diawasi masyarakat, kami dari masyarakat akan menyampaikan aspirasi pada managemen PT garam”.imbuhnya
Sementara hal senada disampaikan, salah satu Tokoh Sampang Habib Yusuf Assegaf, ia sangat mendukung penuh aksi demo yang dilakukan AMPAS, perjuangkan nasib petani garam di Kabupaten Sampang khususnya dan Madura pada umumnya, agar bisa sejahtera dan tidak hanya dikuasai para mafia garam.
Lanjut Habib Yusuf Assegaf, Berdasarkan data Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Sampang tahun 2023 lalu, luas lahan tambak garam di Kabupaten Sampang mencapai 4.382,7 hektare dengan produksi 397.922 ton dengan rata-rata produktivitas tambak garam antara 80-100 ton per hektare. Luas lahan prospektif mencapai 173,7 hektare.
“Bagaimana tahun ini 2026 apa masih tetap atau berkurang lahan garam tersebut, oleh sebab itu, tata kelalo garam di Kabupaten Sampang dan ada kepanjangan tangan pemerintah pusat yakni PT Garam di Kabupaten Sampang, harus ikut andil mensejahterakan petani garam di Kabupaten Sampang”pungkasnya. [lis.hel].


