Direktur GADISKU, Edy Cahyono saat hadir langsung di Global Disability Summit (GDS) 2026 di Amman, Yordania.
Bawa Inovasi Pemberdayaan Disabilitas Jawa Timur ke Forum Global
Surabaya, Bhirawa. – Galeri Disabilitas Kinasih dan UPT Dinas Sosial (Dinsos) Jawa Timur (GADISKU) membawa inovasi pemberdayaan ekonomi penyandang disabilitas ke panggung internasional. Program ini dipresentasikan di hadapan Royal Highness Prince Mired Raad Zeid Al-Hussein dalam rangkaian kegiatan pasca Global Disability Summit (GDS) 2026 di Amman, Yordania.
Kegiatan bertajuk Peer Learning South-South Triangular Cooperation on Inclusive Economic Empowerment for Persons with Disabilities berlangsung pada 21-27 Juli 2026. Forum ini mempertemukan Indonesia, Yordania, dan Jerman untuk berbagi praktik baik dalam penguatan ekonomi inklusif bagi penyandang disabilitas.
Dalam forum tersebut, Prince Mired Raad Zeid Al-Hussein yang menjabat sebagai Presiden Higher Council for the Rights of Persons with Disabilities (HCD) Yordania menyaksikan langsung presentasi berbagai inisiatif, termasuk GADISKU dari Indonesia.
GADISKU menjadi salah satu inisiatif asal Jawa Timur yang terpilih mewakili Indonesia. Program ini dinilai memiliki pendekatan inovatif dalam pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas dan kolaborasi multipihak yang berdampak pada peningkatan kemandirian penyandang disabilitas.
Direktur GADISKU, Edy Cahyono mengatakan, keikutsertaan GADISKU dalam forum internasional tersebut menjadi momentum penting untuk menunjukkan bahwa inisiatif lokal dari Indonesia mampu memberikan kontribusi nyata terhadap agenda pembangunan inklusif dunia.
”Partisipasi GADISKU dalam forum ini bukan hanya representasi Indonesia, tetapi juga bukti bahwa penyandang disabilitas memiliki kapasitas dan peran strategis dalam pembangunan ekonomi. Kami berharap praktik baik yang kami bawa dapat direplikasi dan diperluas dalam konteks global,” ujar Edy.
Menurutnya, kolaborasi lintas negara melalui skema South-South Triangular Cooperation membuka peluang strategis untuk memperkuat jejaring, memperluas pertukaran pengetahuan, serta mengembangkan model pemberdayaan yang lebih adaptif dan berkelanjutan.
Keterlibatan GADISKU dalam forum tersebut juga menegaskan komitmen Indonesia dalam mendorong agenda inklusi disabilitas di tingkat global, khususnya di sektor ekonomi, sejalan dengan semangat Global Disability Summit dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).
Delegasi Indonesia yang mengikuti kegiatan ini terdiri atas perwakilan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kementerian Sekretariat Negara, Kementerian Luar Negeri, dan Kementerian Sosial.
Forum ini juga dihadiri mitra pembangunan internasional GIZ Indonesia, para inisiatif terpilih, perwakilan organisasi penyandang disabilitas, serta ratusan peserta dari negara-negara Liga Arab, Jerman, Indonesia, dan Kamboja yang berbagi pengalaman serta strategi dalam mendorong ekonomi inklusif yang berkeadilan. [rac.fen]


