Pemkab Mojokerto, Bhirawa. – Guna meringankan beban warga tidak mampu, Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa, melakukan peninjauan sekaligus bedah rumah Tidak Layak Huni (RTLH), di Desa Canggu Kecamatan Jetis, Kamis (23/7).
Adalah kediaman Yudi Hartono (60), warga Rt. 11 Rw. 04 Desa Canggu Kecamatan Jetis.yang mendapat giliran peninjauan pertama, mengingat Yudi selain tergolong warga tak mampu juga sedang menderira penyakit strok.
Bupati Albarra saat melihat kondisi Yudi sempat mendiskusikan dengan para jajarannya agar Yudi mendapatkan perawatan yang layak di Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Mojokerto, namun usulan itu sepertinya masih belum bisa disepakati oleh pihak keluarga.
“Kami sudah berkomunikasi tadi dan melalui Dinsos untuk agar orang tuanya dirawat oleh Dinsos, tapi keluarga belum berkenan,” jelasnya
Menindaklanjuti keputusan keluarga yang masih belum menerima imbauannya, lantas membuat Gus Bupati Albarra memberikan saran agar pak Yudi tetap dirawat di rumah oleh para tetangga dan anak keduanya, Diki (25).
“Kami berpesan kepada masyarakat sekitar untuk ikut serta menjaga Pak Yudi yang tinggal di rumahnya ini bersama Mas Diki, dan kami juga berharap Mas Diki juga memberikan perhatian kepada ayahnya,” imbaunya
Sementara itu untuk kebutuhan renovasi, Bupati menyatakan bahwa material bangunan akan disediakan oleh Pemkab Mojokerto melalui Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Perhubungan (DPRKPP) Kabupaten Mojokerto. Sedangkan untuk kebutuhan air bersih PDAM, akan diinstalisasi ulang tanpa biaya, termasuk tagihan penggunaan air bersih yang bebas biaya sampai sampai dengan 10m³ perbulan.
“Material-materialnya akan segera disiapkan oleh Dinas DPRKP2, dan PDAM-nya ini tidak ada airnya karena PDAM-nya terputus, Ini ada Kepala ada Kepala PDAM, Perumdam Majapahit, nanti akan membantu untuk pemasangan PDAM-nya, Gratis, Pemakaian gratis 10 meter kubik,” tandasnya.
Selepas meninjau kediaman Yudi Hartono, Bupati Mojokerto itu melanjutkan meninjau satu RTLH lagi yang lokasinya masih berdekatan. Kediaman kedua ditengarai milik salah seorang warga yang memiliki kebutuhan khusus, yang tampaknya tidak berada di rumah saat itu. (min.hel)


