Tulungagung, Bhirawa – Jumlah rombongan belajar (rombel) Sekolah Dasar (SD) di Sekolah Rakyat (SR) Tulungagung yang rencananya sebanyak tiga rombel ternyata tidak bisa direalisasi. Saat ini usulan tersebut berkurang satu rombel menjadi dua rombel saja.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tulungagung, Reni Prasetiawati Ika Septiwulan, Kamis (23/7), mengakui jika terjadi pengurangan rombel untuk murid SD di SR Tulungagung. “Dari usulan tiga rombel SD, kemarin ada pengurangan jadi dua rombel,” ujarnya.
Menurut dia, usulan sebelumnya, untuk SD di SR Tulungagung sebanyak tiga rombel. Sedang untuk SMP dan SMA sebanyak empat rombel. Semuanya berjumlah 1.000 murid.
Reni membeberkan pengurangan rombel untuk SD itu karena alasan sulit mencari murid SD kelas satu. “SD kelas satu kan harus didampingi orangtuanya. Padahal mereka harus hidup di asrama,” sambungnya.
Ia menyebut kesulitan mencari murid SD kelas satu untuk SR tersebut merupakan tantangan. Meski nama dan usulan untuk murid SR sudah ada di PKH (Program Keluarga Harapan) dan TKSK (Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan) yang langsung dikirim ke Kementerian Sosial (Kemnsos).
Selanjutnya, Reni Prasetiawati mengatakan murid SR tetap diutamakan dari keluraga desil satu dan desil dua. “Karena itu berimbas pada orang tua dari murid itu. Nanti ada bantuan seperti pembukaan usahanya. Kalau memang rumahnya tidak layak huni akan di dibangun oleh Kemensos. Sampai didampingi seperti itu,” paparnya.
Saat ini, menurut dia, progres pembanguan SR di Tulungagung sudah semakin dekat untuk pembangunan fisik gedungnya. Hampir bisa dipastikan pembangunan gedung SR di Kota Marmer itu akan dimulai pada pertengahan bulan Oktober 2026 mendatang.
“Untuk administrasinya sudah berproses. Awal Oktober diperkirakan selesai semua dan pembangunan dimulai pertengahan Oktober. Hari ini (Kamis, 23/7) siang rencananya juga akan ada kunjungan dari Kementerian PUPR di lokasi SR itu,” tuturnya.
Sebelumnya, mantan Sekretaris Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Tungagung ini menyatakan pembangunan SR di Tulungagung sedang berproses. Utamanya, yang berkaitan dengan KKPR (Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang) dan pembangunan jembatan (menuju lokasi SR).
Ada pun lahan yang akan digunakan untuk gedung SR tersebut seluas 5,2 hektar. Lahannya masih berupa lahan kosong dan berlokasi di sebelah Rusunawa Jepun. [wed.wwn]


