Kota Kediri, Bhirawa – Ratusan anak memadati kawasan Memorial Park Kota Kediri dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42, Kamis (23/7). Berbagai kegiatan edukatif dan hiburan digelar untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pemenuhan hak anak sekaligus mengampanyekan pencegahan perundungan dan kekerasan terhadap anak.
Peringatan HAN diisi dengan aksi kampanye, pembagian bunga dan stiker kepada masyarakat, pertunjukan teatrikal bertema anti perundungan, serta penampilan gulat oleh atlet pelajar Kota Kediri. Selain itu, anak-anak juga diajak memainkan dan mewarnai wayang karakter sebagai bagian dari kegiatan kreatif yang berlangsung meriah.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Kediri, dr. Fajri Mubasysyir, mengapresiasi Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) serta seluruh pihak yang terus berkomitmen memberikan perlindungan bagi anak.
Menurutnya, peringatan HAN menjadi momentum untuk mengingatkan seluruh elemen masyarakat agar lebih aktif menjalin komunikasi dengan anak, memenuhi hak-hak mereka, serta memberikan pendampingan dalam proses tumbuh kembang.
“Anak-anak harus kita lindungi dan kita persiapkan tumbuh kembangnya. Dengarkan suara mereka dan berikan ruang untuk menyampaikan pendapat, terutama yang berkaitan dengan masa depan mereka,” ujar dr. Fajri.
Ia menjelaskan, peringatan HAN tahun ini juga menjadi sarana edukasi mengenai empat hak dasar anak, yakni hak hidup, hak tumbuh dan berkembang, hak memperoleh perlindungan, serta hak berpartisipasi. Dengan memahami hak-hak tersebut, diharapkan anak berani menyampaikan pendapat maupun melapor apabila mengalami kekerasan.
Dr. Fajri juga menegaskan pentingnya menghentikan praktik perundungan di lingkungan sekolah maupun pergaulan. Ia mengimbau anak-anak untuk tidak menjadi pelaku perundungan, sementara korban diminta tidak takut melapor kepada orang tua, guru, kepala sekolah, guru BK maupun orang dewasa yang dipercaya.
“Berani berbicara adalah langkah awal menuju keselamatan. Jangan diam ketika mengalami perundungan,” tegasnya.
Ia mengakui kasus kekerasan terhadap anak, kekerasan seksual, hingga pernikahan anak masih menjadi tantangan. Namun meningkatnya jumlah laporan dinilai menunjukkan semakin banyak korban yang berani mencari pertolongan.
Sebagai langkah pencegahan, DP3AP2KB bersama Satgas PPA terus melakukan sosialisasi di berbagai sekolah mulai jenjang SD hingga SMA. Masyarakat yang mengetahui dugaan kekerasan terhadap anak juga diimbau segera melapor melalui Satgas PPA di tingkat kelurahan, hotline DP3AP2KB, UPT PPA Kota Kediri maupun layanan SAPA 129.
Dalam kegiatan tersebut, Felicia, pelajar SMAN 4 Kota Kediri yang juga atlet gulat peraih prestasi Porprov Jawa Timur, mengaku bangga dapat memperkenalkan olahraga gulat kepada masyarakat. Ia berharap semakin banyak anak Kota Kediri yang berani mengembangkan bakat dan meraih prestasi di bidang olahraga.
Pesan serupa disampaikan Dhanis Jainuddin Al-Fatih, siswa SDN Tosaren 4 yang tampil dalam pertunjukan teater anti perundungan. Menurutnya, tidak ada tempat bagi perundungan di lingkungan anak-anak. Ia berharap seluruh anak di Kota Kediri dapat tumbuh bahagia, terlindungi dari berbagai bentuk kekerasan, dan menjadi generasi yang lebih baik di masa depan. [van.wwn]


