Pemkot Kediri, Bhirawa. – Pemerintah Kota Kediri mendorong agar aspirasi anak tidak berhenti sebagai hasil diskusi semata, tetapi menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam penyusunan program pembangunan daerah.
Pesan itu disampaikan Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati saat membuka Kongres Anak Kota Kediri 2026 di Ruang Joyoboyo Balai Kota Kediri, Selasa (21/7). Kegiatan tersebut diikuti sekitar 120 peserta dari berbagai unsur Forum Anak.
Vinanda mengatakan, peringatan Hari Anak Nasional tahun ini mengusung tema Sayang Anak, Lindungi, dan Bangun Masa Depan. Menurutnya, pemenuhan hak anak tidak cukup melalui akses pendidikan, tetapi juga harus didukung lingkungan yang aman, sehat, dan memberikan ruang bagi anak untuk berkembang.
Ia menilai Kongres Anak menjadi forum penting bagi anak-anak untuk menyampaikan pandangan dan pengalaman mereka terkait berbagai persoalan yang dihadapi. Mulai dari perundungan di sekolah, keamanan ruang publik, penggunaan media sosial, kesehatan mental, hingga ketersediaan ruang bermain dan lingkungan belajar.
“Anak bukan hanya penerima manfaat pembangunan, tetapi juga memiliki hak untuk menyampaikan pendapat. Karena itu pemerintah perlu mendengar langsung suara mereka,” ujarnya.
Vinanda mengajak seluruh peserta menyampaikan gagasan dan rekomendasi yang dapat membantu pemerintah mewujudkan Kota Kediri yang lebih ramah, aman, nyaman, dan inklusif bagi anak.
Ia berharap hasil Kongres Anak berupa Suara Anak Kota Kediri 2026 tidak sekadar menjadi dokumen, melainkan ditindaklanjuti sebagai salah satu referensi dalam penyusunan maupun evaluasi kebijakan pembangunan daerah.
“Memberikan ruang partisipasi kepada anak berarti menghormati hak mereka sebagai warga Kota Kediri. Aspirasi yang disampaikan hari ini harus dipelajari dan menjadi bagian dari proses pembangunan,” tandasnya.(van,nov.hel)


