27.5 C
Sidoarjo
Tuesday, July 21, 2026
spot_img

Libur Sekolah, Pendapatan Wisata Kabupaten Kediri Sentuh Rp500 Juta


Kediri, Bhirawa – Masa libur sekolah memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata Kabupaten Kediri. Selama kurang lebih tiga pekan, pendapatan dari penjualan tiket sejumlah objek wisata yang dikelola Pemerintah Kabupaten Kediri mencapai sekitar Rp500 juta, atau meningkat hingga empat kali lipat dibandingkan hari-hari normal.

Peningkatan pendapatan tersebut dinilai menjadi sinyal menggembirakan bagi upaya pemerintah daerah dalam mengoptimalkan sektor pariwisata sebagai salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kediri, Mustika Prayitno Adi, mengungkapkan selama periode libur sekolah penerimaan dari penjualan tiket wisata mengalami lonjakan yang cukup signifikan.

“Selama kurang lebih tiga minggu pendapatannya sekitar setengah miliar rupiah. Kalau dibandingkan hari biasa, peningkatannya sekitar tiga sampai empat kali lipat,” kata Mustika, Selasa (21/7).

Berdasarkan rekapitulasi Disparbud, kawasan wisata Besuki masih menjadi kontributor terbesar. Pada periode 1-21 Juni, objek wisata tersebut membukukan pendapatan tiket sebesar Rp86.873.000. Sementara Gunung Kelud menyumbang Rp66.075.000 dan Ubalan Rp62.855.000.

Memasuki masa libur sekolah pada 22 Juni hingga 12 Juli, ketiga destinasi itu sama-sama mencatat kenaikan. Pendapatan tiket Besuki meningkat menjadi Rp148.853.000. Ubalan menyusul dengan Rp124.608.000, sedangkan Gunung Kelud menghasilkan Rp98.206.000.

Menurut Mustika, tren kenaikan kunjungan tidak terlepas dari berbagai pembenahan yang dilakukan pemerintah, khususnya dalam meningkatkan kemudahan akses menuju lokasi wisata. Infrastruktur pendukung seperti jalan, jembatan, hingga pemasangan guardrail terus menjadi perhatian agar perjalanan wisatawan lebih aman dan nyaman.

Berita Terkait :  Libur Sekolah, Jumlah Penumpang Kereta Api di Daop 7 Madiun Naik

“Fokus kami tetap pada peningkatan aksesibilitas. Jalan menuju destinasi harus baik, jembatan layak, termasuk pengaman seperti guardrail sehingga akses ke kawasan wisata semakin nyaman,” ujarnya.

Selain akses, pemerintah daerah juga terus meningkatkan kualitas fasilitas pendukung di setiap destinasi. Perbaikan toilet, peningkatan layanan rumah makan, hingga pengembangan sarana akomodasi menjadi bagian dari upaya meningkatkan pengalaman wisatawan selama berada di Kabupaten Kediri.

Disparbud juga berencana memperbanyak penyelenggaraan atraksi budaya dan berbagai agenda pariwisata. Kehadiran event dinilai mampu mendorong wisatawan menetap lebih lama sehingga manfaat ekonomi tidak hanya dirasakan pengelola wisata, tetapi juga pelaku usaha di sekitarnya.

“Kalau atraksi terus ada, wisatawan punya alasan untuk menginap. Misalnya ada pertunjukan seni di Tegowangi, mereka akan memilih datang lebih lama. Itu akan meningkatkan length of stay sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Dengan tren kunjungan yang terus meningkat, Pemerintah Kabupaten Kediri optimistis sektor pariwisata akan semakin berperan dalam mendongkrak Pendapatan Asli Daerah. Penguatan aksesibilitas, peningkatan fasilitas, serta konsistensi menghadirkan atraksi wisata diharapkan mampu menjaga minat wisatawan untuk berkunjung sekaligus memperpanjang lama tinggal mereka di Kabupaten Kediri. [van.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!