27.5 C
Sidoarjo
Tuesday, July 21, 2026
spot_img

Bupati Sumenep Dorong Transformasi Pertanian Berbasis Teknologi

Pemkab Sumenep, Bhirawa. – Pemerintah Kabupaten Sumenep menilai penguatan ketahanan pangan tidak bisa lagi hanya mengandalkan pola pertanian konvensional. Sektor pertanian harus bertransformasi melalui inovasi dan pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menciptakan nilai ekonomi bagi masyarakat.

Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan, budidaya sayuran menggunakan sistem hidroponik merupakan penerapan pertanian modern yang bisa dikembangkan di kabupaten Sumenep. Keterbatasan lahan bukan lagi menjadi penghalang untuk menghasilkan produk pertanian berkualitas dengan nilai jual tinggi. “Ketahanan pangan harus dimulai dari langkah nyata. Pertanian modern ini harus mampu menghasilkan produk berkualitas sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat,” kata Achmad Fauzi, Selasa (21/07).

Ia menegaskan, transformasi sektor pertanian perlu diarahkan pada pemanfaatan teknologi agar mampu menjawab tantangan perubahan iklim, keterbatasan lahan, hingga kebutuhan pasar yang terus berkembang.

Karena itu, Pemkab Sumenep berkomitmen mendorong lahirnya lebih banyak inovasi di sektor pertanian melalui pendampingan, edukasi, serta kolaborasi dengan pelaku usaha dan kelompok tani. “Semoga semakin banyak inovasi yang tumbuh di Sumenep sehingga sektor pertanian kita semakin maju, mandiri, dan berdaya saing,” tegasnya.

Achmad Fauzi menambahkan, pengembangan pertanian modern tidak hanya bertujuan meningkatkan produksi pangan, tetapi juga membuka peluang usaha baru, khususnya bagi generasi muda yang mulai melirik sektor agribisnis berbasis teknologi. “Pemerintah Kabupaten Sumenep terus mendorong perubahan paradigma pembangunan pertanian, dari sekadar mengejar hasil panen menuju sistem produksi yang lebih efisien, berkelanjutan, dan memiliki daya saing di pasar,” tambahnya.

Berita Terkait :  Apel Siaga di Makodim 0815/Mojokerto, Dandim Rully Noriza Ajak Prajurit Cerdas Hadapi Isu Negatif

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep, Hainur Rasyid, mengatakan penerapan teknologi pertanian modern merupakan salah satu strategi untuk memperkuat ketahanan pangan daerah di tengah perubahan iklim dan semakin terbatasnya lahan pertanian produktif. Di Sumenep sudah banyak usaha budidaya sayuran hidroponik yang dikelola secara mandiri dan mampu menghasilkan sayuran berkualitas dengan nilai ekonomi yang menjanjikan. “Kami mendorong agar usaha budidaya sayur berbasis hidroponik terus dikembangkan. Karena hidroponik mampu menghasilkan panen yang lebih optimal, berkualitas, dan berkelanjutan jika dikelola dengan baik,” kata Hainur Rasyid.

Lelaki yang akrab disapa Inong ini berharap semakin banyak kelompok tani dan generasi muda yang tertarik mengembangkan pertanian modern berbasis teknologi. Selain mendukung ketahanan pangan, usaha hidroponik juga dinilai memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan. Keberadaan usaha budidaya modern tersebut diharapkan dapat menjadi model pengembangan pertanian modern yang bisa direplikasi di berbagai wilayah Kabupaten Sumenep. “Dengan semakin banyaknya inovasi di sektor pertanian, Sumenep diharapkan mampu memperkuat kemandirian pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan teknologi dan inovasi,” harapnya. [sul.hel]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!