28.4 C
Sidoarjo
Wednesday, July 22, 2026
spot_img

Muktamar NU Ke-35, Diprediksi 200 Ribu Orang Padati Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas Jombang

Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, tuan rumah Muktamar NU ke-35 tahun 2026.

Jombang, Bhirawa. – Sekitar 200 ribu orang diprediksi bakal memadati Pondok Pesantren (Ponpes) Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang pada pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 pada 27-31 Agustus 2026. Kehadiran mereka tak lain demi untuk menyukseskan sekaligus menyemarakkan agenda Muktamar NU.

Potensi membeludaknya jemaah tersebut bahkan telah diprediksi Ketua Panitia Lokal (Panlok) Muktamar NU ke-35, KH Abdurrozaq Sholeh atau Gus Rozaq.

Ketua Umum Yayasan Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang tersebut menyampaikan, setidaknya sebanyak 200 ribu orang akan membanjiri area Muktamar dan kawasan Ponpes Bahrul Ulum.

“Kurang lebih ada 200 ribu orang yang akan hadir menyemarakkan Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang ini,” kata Gus Rozaq, Selasa (21/07).

Prediksi tersebut tidak lepas dari tingginya antusiasme masyarakat dari berbagai elemen, khususnya kalangan nahdliyin dan alumni Ponpes Bahrul Ulum lintas generasi.

“Ada muktamirin, muhibbin (pecinta) NU, sampai romli atau rombongan lillahi taala,” tutur Gus Rozaq.

Sebagai langkah persiapan, dalam menyambut ratusan ribu orang yang akan memadati lingkungan pesantren, panlok bersama Yayasan Ponpes Bahrul Ulum jauh hari telah menyiapkan beberapa tempat. Baik untuk mendukung jalannya persidangan maupun penginapan.

Khususnya bagi muktamirin sebagai peserta resmi Muktamar NU ke-35 delegasi dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) se-Indonesia.

Berita Terkait :  Kisah Yogi Susilo Wicaksono, Guru ASN Diberhentikan Setelah 19 Tahun Mengabdi

“Kita memang telah menyiapkan untuk tamu-tamu yang punya legitimasi, menjadi utusan resmi dari PCNU atau PWNU,” ujar Gus Rozaq.

Gus Rozaq mengatakan, fasilitas penginapan yang disiapkan itu tersebar di enam titik berbeda. Semuanya berada dalam kawasan Ponpes Bahrul Ulum. Antara lain di Madrasah Aliyah (MA) Unggulan, Kampus Madrasah Muallimin-Muallimat Atas (MMA) 1, 2, dan 3; Kampus Universitas Wahab Hasbulloh (Unwaha), MTsN 3 Tambakberas, MAN 3 Tambakberas, dan Institut Agama Islam Bani Fattah (IAIBAFA).

“Seluruh gedungnya sudah disurvei PBNU dan proper sekali-lah,” ucap Gus Rozaq.

Penentuan gedung-gedung pendidikan dimanfaatkan untuk penginapan selama muktamar berlangsung ini sebelumnya sudah atas indikator yang ditetapkan PBNU. Seperti tingkat kelayakan, kenyamanan dan keamanan, kamar mandi, serta lokasinya yang strategis.

Keberadaan madrasah-madrasah itu dinilai tidak jauh dari venue utama opening ceremony maupun lokasi persidangan komisi-komisi dan pleno.

“Untuk venue pembukaan, kita tentukan di Lapangan Untung Suropati, insyaallah akan dihadiri langsung RI 1 (Prabowo Subianto) sekaligus membuka acara Muktamar,” terang Gus Rozaq.

Selama berada di kawasan penginapan, muktamirin juga akan disuguhi dengan beragam bazar usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) kreatif. Dari kuliner, t-shirt, buku, hingga suvenir khas Muktamar NU ke-35.

“Jadi, mungkin dengan jalan kaki, melewati stan-stan bazar, insyaallah membuat nuansa muktamar menjadi rileks, bergembira, dan berkah, seperti slogan panlok dan keluarga besar PPBU,” urai Gus Rozaq.

Berita Terkait :  Pemkot Pasuruan Ajak Masyarakat Tolak Judi Online melalui Gerakan Nasional

Sementara itu, selama lima hari mengikuti agenda muktamar, muktamirin turut mendapat jatah konsumsi yang disiapkan panlok. Muktamirin delegasi PCNU dan PWNU se-Indonesia diperkirakan mencapai 3370 orang, disiapkan makan 3 kali sehari, plus kopi dan snack.

Dalam sekali makan, panitia berencana menyiapkan sebanyak 5000 porsi.

“Masing-masing untuk sarapan, makan siang, dan makan malam,” jelas Gus Rozaq.

Bagi yang tidak terdata dalam kepesertaan aktif alias romli dan muhibbin NU, panitia mendirikan dapur umum di Kampus MMA 3 yang dapat dijangkau oleh siapapun.

“Belum lagi ditambah untuk tim keamanan, Banser, GP Ansor, IPNU-IPPNU, tim keamanan pesantren, dan potensi keamanan lainnya,” pungkas Gus Rozaq. [rif.hel].

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!